Luncurkan Rudal Balistik, PBB: Aksi Korut Tak Bisa Diterima

Sabtu, 19 Maret 2016 - 20:41 WIB
Luncurkan Rudal Balistik,...
Luncurkan Rudal Balistik, PBB: Aksi Korut Tak Bisa Diterima
A A A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB mengecam tindakan terbaru Korea Utara (Korut) yang meluncurkan dua rudal balistik. DK PBB menyebut tindakan Korut tidak bisa diterima dan melanggar resolusi PBB yang melarang uji coba tersebut. Tindakan tersebut ancaman bagi keamanan regional dan internasional.

Pernyataan tersebut dikeluarkan DK PBB pasca menggelar pertemuan darurat setelah Korut meluncurkan dua rudal balistik. Amerika Serikat (AS) menegaskan kembali permintaan DK PBB agar Korut mematuhi resolusi DK PBB yang melarang semua aktivitas rudal balistik dilansir dari ABC News, Sabtu (19/3/2016).

Tidak hanya itu, DK PBB juga mendesak semua negara untuk melipatgandakan upaya mereka dalam menerapkan sanksi yang telah dijatuhkan dan langkah-langkah sebelumnya dalam melawan Korut.

Sebelumnya, DK PBB telah menjatuhkan sanksi kepada Korut yang melakukan uji coba bom hidrogen dan peluncuran rudal jarak jauh untuk menempatkan satelit ke orbit.

Sanksi baru termasuk pemeriksaan wajib kargo meninggalkan dan memasuki Korut melalui darat, laut atau udara; larangan pada semua penjualan atau transfer senjata kecil dan senjata ringan ke Pyongyang; dan pengusiran diplomat Korut yang terlibat dalam "kegiatan terlarang."
(ian)
Berita Terkait
PBB: Korea Utara Abaikan...
PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Utara Kecam Seruan...
Korea Utara Kecam Seruan Denuklirisasi Sekjen PBB
Aktivitas Nuklir Korut...
Aktivitas Nuklir Korut Bikin Bos IAEA Prihatin
Badan Atom PBB Pastikan...
Badan Atom PBB Pastikan Korut Tutup Reaktor Penghasil Bom Nuklir
Penampakan Kapal Selam...
Penampakan Kapal Selam Bersenjata Nuklir Korea Utara Kim Kuk Ok
Berita Terkini
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
25 menit yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
1 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
2 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
3 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
4 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved