ISIS Klaim Tewaskan Lima Tentara Rusia di Palmyra
Jum'at, 18 Maret 2016 - 22:51 WIB
ISIS Klaim Tewaskan Lima Tentara Rusia di Palmyra
A
A
A
DAMASKUS - Kelompok ekstrimis ISIS mengaku telah menewaskan lima tentara Rusia dalam pertempuran di kota kuno Palmyra di Suriah. Mereka juga mengklaim berhasil membunuh beberapa anggota kelompok Hizbullah dan tentara Suriah.
"Para prajurit dari kekhalifahan, oleh kasih dan karunia Allah, telah menewaskan lima tentara Suriah dan enam anggota tentara Suriah," begitu bunyi pernyataan ISIS, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Jumat (18/3/2016).
Kabar yang sama juga diberitakan oleh situs yang berafiliasi dengan ISIS, Aamaq. Situs tersebut bahkan menyatakan, salah satu tentara Rusia yang tewas adalah seorang penasihat militer.
"Empat tentara Rusia tewas di Qasr al-Halabat, sebelah barat Palmyra dalam upaya untuk menyerbu daerah itu yang berhasil digagalkan oleh pasukan ISIS. Sedangkan seorang penasihat militer mereka tewas di daerah Dawa, dimana video yang menunjukkan mayatnya telah disebarluaskan," demikian bunyi laporan Aamaq.
Aamaq pun lantas menunjukkan video yang menunjukkan mayat yang disebut sebagai penasihat militer asal Rusia. Rekaman tersebut juga menunjukkan sejumlah senjata berhasil disita, termasuk senjata jenis AK-74m, helm dan kompas.
Militer Rusia sendiri sebelumnya telah diperintahkan kembali ke Moskow. Perintah tersebut datang langsung dari Presiden Vladimir Putin yang menilai misi Rusia di Suriah telah tercapai.
"Para prajurit dari kekhalifahan, oleh kasih dan karunia Allah, telah menewaskan lima tentara Suriah dan enam anggota tentara Suriah," begitu bunyi pernyataan ISIS, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Jumat (18/3/2016).
Kabar yang sama juga diberitakan oleh situs yang berafiliasi dengan ISIS, Aamaq. Situs tersebut bahkan menyatakan, salah satu tentara Rusia yang tewas adalah seorang penasihat militer.
"Empat tentara Rusia tewas di Qasr al-Halabat, sebelah barat Palmyra dalam upaya untuk menyerbu daerah itu yang berhasil digagalkan oleh pasukan ISIS. Sedangkan seorang penasihat militer mereka tewas di daerah Dawa, dimana video yang menunjukkan mayatnya telah disebarluaskan," demikian bunyi laporan Aamaq.
Aamaq pun lantas menunjukkan video yang menunjukkan mayat yang disebut sebagai penasihat militer asal Rusia. Rekaman tersebut juga menunjukkan sejumlah senjata berhasil disita, termasuk senjata jenis AK-74m, helm dan kompas.
Militer Rusia sendiri sebelumnya telah diperintahkan kembali ke Moskow. Perintah tersebut datang langsung dari Presiden Vladimir Putin yang menilai misi Rusia di Suriah telah tercapai.
(ian)