ISIS Klaim Bunuh Tentara Rusia dalam Perang di Dekat Palmyra
Jum'at, 18 Maret 2016 - 09:09 WIB
ISIS Klaim Bunuh Tentara Rusia dalam Perang di Dekat Palmyra
A
A
A
PALMYRA - Kelompok Islamic State (ISIS) mengklaim membunuh tentara Rusia yang bertugas sebagai penasihat militer dalam perang di dekat kota kuno Palmyra, Suriah.
Kelompok itu menunjukkan foto dari pria yang tewas dengan mengenakan seragam militer yang mereka klaim sebagai tentara Rusia.
Dalam rekaman video yang dirilis oleh Aamaq, situs yang terkait dengan ISIS, tampak pria yang tewas itu berlumuran darah di wajahnya. Sejumlah peralatan militer dari pria itu disita ISIS. Di antaranya, senapan otomatis, beberapa amunisi, helm, radio dan bantuan pertama peralatan medis yang dilengkapo panduan dalam bahasa Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia hingga Jumat (18/3/2016) tidak segera mengkonfirmasi klaim ISIS tersebut. Pasukan Rusia yang membantu pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar Al-Assad telah terlibat pertempuran dengan ISIS di dekat Palmyra sejak pekan lalu.
Pasukan Rusia meluncurkan serangan udara ofensif dengan target basis-basis ISIS. Pada 16 Maret 2016, militan ISIS meluncurkan serangan balasan di sebuah bukit strategis. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serangan balasan ISIS itu menimbulkan korban jiwa baik di kubu ISIS maupun kubu rezim Suriah.
Kelompok ISIS, seperti dikutip IB Times, tidak merilis identitas tentara Rusia yang diklaim sudah mereka bunuh. Klaim itu muncul setelah beberapa hari lalu Presiden Rusia Vladimir mengumumkan penarikan sebagian pasukan Rusia dari Suriah. Beberapa pesawat jet tempur Moskow sudah ditarik sejak tiga hari lalu.
Kelompok itu menunjukkan foto dari pria yang tewas dengan mengenakan seragam militer yang mereka klaim sebagai tentara Rusia.
Dalam rekaman video yang dirilis oleh Aamaq, situs yang terkait dengan ISIS, tampak pria yang tewas itu berlumuran darah di wajahnya. Sejumlah peralatan militer dari pria itu disita ISIS. Di antaranya, senapan otomatis, beberapa amunisi, helm, radio dan bantuan pertama peralatan medis yang dilengkapo panduan dalam bahasa Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia hingga Jumat (18/3/2016) tidak segera mengkonfirmasi klaim ISIS tersebut. Pasukan Rusia yang membantu pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar Al-Assad telah terlibat pertempuran dengan ISIS di dekat Palmyra sejak pekan lalu.
Pasukan Rusia meluncurkan serangan udara ofensif dengan target basis-basis ISIS. Pada 16 Maret 2016, militan ISIS meluncurkan serangan balasan di sebuah bukit strategis. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serangan balasan ISIS itu menimbulkan korban jiwa baik di kubu ISIS maupun kubu rezim Suriah.
Kelompok ISIS, seperti dikutip IB Times, tidak merilis identitas tentara Rusia yang diklaim sudah mereka bunuh. Klaim itu muncul setelah beberapa hari lalu Presiden Rusia Vladimir mengumumkan penarikan sebagian pasukan Rusia dari Suriah. Beberapa pesawat jet tempur Moskow sudah ditarik sejak tiga hari lalu.
(mas)