Pakar: Ditinggal Pasukan Putin, Rezim Assad di Ambang Kehancuran

Rabu, 16 Maret 2016 - 08:56 WIB
Pakar: Ditinggal Pasukan...
Pakar: Ditinggal Pasukan Putin, Rezim Assad di Ambang Kehancuran
A A A
LONDON - Keputusan mengejutkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menarik sebagian pasukannya dari Suriah dinilai janggal oleh pakar politik. Keputusan Putin itu diyakini akan membuat pasukan rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad di ambang kehancuran.

Alasannya, meski Rusia telah membantu Assad secara signifikan dengan menyerang kelompok-kelompok teror, termasuk kelompok Islamic State (ISIS), namun kelompok teror itu belum sepenuhnya punah.

(Baca: Putin Mendadak Perintahkan Penarikan Pasukan Rusia dari Suriah)

Penilaian itu disampaikan pakar politik internasional dari University of Birmingham, Profesor Scott Lucas. Menurutnya, alasan yang dipaparkan Presiden Putin untuk memerintahkan penarikan pasukannya dari Suriah, secara tidak langsung sudah mengungkap motif Putin sebenarnya.

Dia pada dasarnya terungkap, bahwa pembenaran asli mereka adalah palsu. Anda (Putin) tidak mengatakan bahwa sebagian besar tujuan Anda telah tercapai ketika ISIS telah penyok, namun belum rusak,” katanya mengacu pada klaim Rusia yang melawan kelompok teror sebagai kedok terselubung untuk mendukung pasukan Presiden Assad, seperti dikutip news.com.au, Rabu (16/3/2016).


Menurut Lucas, pasukan Assad belum sepenuhnya siap ketika ditinggal pasukan Putin. ”Ini telah menjadi alasan sebenarnya mengapa pasukan Assad belum runtuh, dan mereka berada di ambang kehancuran,” ujarnya.

(Baca: Ini Alasan Putin Mendadak Tarik Pasukan Rusia dari Suriah)

Pada Senin malam, Putin membuat pengumuman mengejutkan, di mana dia memerintahkan Kementerian Pertahanan Rusia untuk menarik sebagian pasukannya dari Suriah. Kekuatan militer Rusia dalam jumlah kecil tetap dipertahankan di Suriah dengan alasan untuk memantau perjanjian gencatan senjata.

Saya mempertimbangkan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan Kementerian Pertahanan. Itu sebabnya saya memerintahkan untuk memulai penarikan sebagian dari kelompok militer kita dari wilayah Republik Arab Suriah,” kata Putin.

Dalam waktu singkat Rusia telah menciptakan sebuah kelompok militer kecil tapi sangat efektif (di Suriah). Pekerjaan yang efektif dari militer kita tetap diperbolehkan selama proses perdamaian dimulai,” lanjut Putin.

Dengan bantuan dari Angkatan Udara Rusia, pasukan Pemerintah Suriah dan pasukan patriotik telah mengubah situasi perang dengan terorisme internasional,” imbuh Putin.

(Baca juga: Pesawat-pesawat Tempur Rusia Mulai Hengkang dari Suriah)
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Intel Asing Rusia: AS...
Intel Asing Rusia: AS Ingin Gunakan Militan Suriah untuk Culik Tentara Rusia dan Iran
Berita Terkini
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
50 menit yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
1 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
3 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
4 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
4 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved