Rusia-China Bujuk Korut Berunding Soal Nuklir
Jum'at, 11 Maret 2016 - 21:29 WIB
Rusia-China Bujuk Korut Berunding Soal Nuklir
A
A
A
MOSKOW - Rusia dan China mengatakan kepada Korea Utara (Korut) jika ambisi nuklirnya tidak dapat diterima. Keduanya lantas mendesak Pyongyang untuk melanjutkan perundingan mengenai program senjata nuklirnya. Mereka juga meminta Korut untuk mengindahkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang tes rudal balistik.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, meningkatkan tekanan terhadap Pyongyang setelah mengadakan pembicaraan di Moskow. Pembicaraan ini dilangsungkan sehari setelah Korut menentang resolusi PBB dengan menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke laut.
"Kami tidak mengakui status nuklir DPRK," kata Wang saat jumpa pers menggunakan singkatan resmi untuk Korut seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/3/2016).
Menurutnya, Korut harus sepenuhnya dan komprehensif melaksanakan resolusi PBB. "Pada saat yang sama, kita tidak akan mengampuni upaya untuk kembali ke perundingan enam-arah," tambahnya.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menganggap perilaku Korut tidak bertanggung jawab. "Kami percaya bahwa reaksi masyarakat dunia akan ditafsirkan oleh Pyongyang sebagai sinyal bahwa seharusnya tidak ada petualangan seperti ini di masa mendatang," kata Lavrov.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, meningkatkan tekanan terhadap Pyongyang setelah mengadakan pembicaraan di Moskow. Pembicaraan ini dilangsungkan sehari setelah Korut menentang resolusi PBB dengan menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke laut.
"Kami tidak mengakui status nuklir DPRK," kata Wang saat jumpa pers menggunakan singkatan resmi untuk Korut seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/3/2016).
Menurutnya, Korut harus sepenuhnya dan komprehensif melaksanakan resolusi PBB. "Pada saat yang sama, kita tidak akan mengampuni upaya untuk kembali ke perundingan enam-arah," tambahnya.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menganggap perilaku Korut tidak bertanggung jawab. "Kami percaya bahwa reaksi masyarakat dunia akan ditafsirkan oleh Pyongyang sebagai sinyal bahwa seharusnya tidak ada petualangan seperti ini di masa mendatang," kata Lavrov.
(ian)