Donald Trump Sebut Putin Pemimpin Kuat Ketimbang Obama
Jum'at, 11 Maret 2016 - 18:05 WIB
Donald Trump Sebut Putin Pemimpin Kuat Ketimbang Obama
A
A
A
WASHINGTON - Bakal calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, kembali meremehkan Presiden Barack Obama yang dia bandingkan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Menurutnya, Putin pemimpin sangat kuat ketimbang Obama.
”Saya pikir Putin menjadi pemimpin yang sangat kuat untuk Rusia, dia sudah jauh lebih kuat dari pemimpin kami, itu yang dapat saya beritahukan pada Anda,” kata Donald Trump dalam debat bakal capres dari Partai Republik hari Kamis waktu AS yang disiarkan oleh CNN.
”Itu tidak berarti saya mendukung Putin,” lanjut dia yang menegaskan sikapnya sebagai calon penguasa Gedung Putih.
Pandangan Trump terhadap Rusia selama ini cenderung kontra dengan para bakal capres AS lainnya, baik dari Partai Republik maupun dari Partai Demokrat. Trump berkali-kali menegaskan dukungannya pada Putin soal operasi militer Rusia di Suriah.
Pada debat bakal capres awal bulan ini, Trump mengatakan bahwa akan lebih baik jika hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia bisa ditingkatkan.
Sikap Donald Trump itu berbeda dengan para rival dari partai Republik, yang telah mengecam Rusia atas tindakannya di Ukraina dan Suriah. Trump bahkan berniat untuk bergaul dengan Presiden Putin.
Sikap Donald Trump itu telah dipuji Putin, yang menilai sosok miliarder AS itu layak menjadi Presiden AS karena menginginkan persahabatan antara AS dan Rusia, ketimbang bermusuhan.
Hubungan AS dan Rusia telah memburuk sejak awal 2014 atau ketika krisis Ukraina pecah. Washington berkali-kali menuduh Moskow melakukan intervensi militer dalam krisis Ukraina meski kerap di bantah Rusia. AS juga beberapa kali menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait krisis Ukraina.
”Saya pikir Putin menjadi pemimpin yang sangat kuat untuk Rusia, dia sudah jauh lebih kuat dari pemimpin kami, itu yang dapat saya beritahukan pada Anda,” kata Donald Trump dalam debat bakal capres dari Partai Republik hari Kamis waktu AS yang disiarkan oleh CNN.
”Itu tidak berarti saya mendukung Putin,” lanjut dia yang menegaskan sikapnya sebagai calon penguasa Gedung Putih.
Pandangan Trump terhadap Rusia selama ini cenderung kontra dengan para bakal capres AS lainnya, baik dari Partai Republik maupun dari Partai Demokrat. Trump berkali-kali menegaskan dukungannya pada Putin soal operasi militer Rusia di Suriah.
Pada debat bakal capres awal bulan ini, Trump mengatakan bahwa akan lebih baik jika hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia bisa ditingkatkan.
Sikap Donald Trump itu berbeda dengan para rival dari partai Republik, yang telah mengecam Rusia atas tindakannya di Ukraina dan Suriah. Trump bahkan berniat untuk bergaul dengan Presiden Putin.
Sikap Donald Trump itu telah dipuji Putin, yang menilai sosok miliarder AS itu layak menjadi Presiden AS karena menginginkan persahabatan antara AS dan Rusia, ketimbang bermusuhan.
Hubungan AS dan Rusia telah memburuk sejak awal 2014 atau ketika krisis Ukraina pecah. Washington berkali-kali menuduh Moskow melakukan intervensi militer dalam krisis Ukraina meski kerap di bantah Rusia. AS juga beberapa kali menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait krisis Ukraina.
(mas)