Jelang Latgab AS-Korsel, Korut Rekrut Personel Militer Baru
Jum'at, 04 Maret 2016 - 22:28 WIB
Jelang Latgab AS-Korsel, Korut Rekrut Personel Militer Baru
A
A
A
SEOUL - Sejumlah sumber di Korea Utara (Korut) mengatakan, negara itu telah meningkatkan perekrutan tentara dan menyerukan mantan tentara untuk kembali mendaftar untuk memperkuat pasukan darat. Hal itu dilakukan jelang latihan militer bersama Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).
Sebuah sumber dari Provinsi Pyongyang Selatan mengatakan, petisi yang menentang latihan US- Korsel telah beredar di seluruh negeri, dengan pertemuan massa diselenggarakan di provinsi dan ibukota, seperti dikutip dari Guardian, Jumat (4/3/2016).
Sumber lain yang dirahasiakan identitasnya karena alasan keamanan, mengatakan rezim Pyongyang telah mendorong semua pemuda dari sekolah menengah hingga tingkat universitas untuk mendaftar.
Pyongyang juga mengusulkan mereka yang usianya di bawah 40 yang telah berakhir masa tugasnya untuk kembali berseragam. Selain itu, baru-baru ini seruan yang sama telah dikeluarkan oleh Komisi Pertahanan Nasional.
Lewat unit mobilisasi militer provinsi, mereka telah mewawancarai pekerja yang memenuhi persyaratan untuk melakukan pendaftaran. Mereka yang terpilih saat ini telah berada dalam posisi siap siaga.
"Hanya mereka yang anggota keluarganya hilang atau menjadi narapidana di Kyohwaso (kamp pendidikan ulang, yang juga berfungsi sebagai penjara) yang dibebaskan," kata sumber itu.
Kantor berita pusat Korut telah melaporkan bahwa perekrutan ini telah mencapai 1,5 juta. Namun angka ini masih diragukan validitasnya.
Sebuah sumber dari Provinsi Pyongyang Selatan mengatakan, petisi yang menentang latihan US- Korsel telah beredar di seluruh negeri, dengan pertemuan massa diselenggarakan di provinsi dan ibukota, seperti dikutip dari Guardian, Jumat (4/3/2016).
Sumber lain yang dirahasiakan identitasnya karena alasan keamanan, mengatakan rezim Pyongyang telah mendorong semua pemuda dari sekolah menengah hingga tingkat universitas untuk mendaftar.
Pyongyang juga mengusulkan mereka yang usianya di bawah 40 yang telah berakhir masa tugasnya untuk kembali berseragam. Selain itu, baru-baru ini seruan yang sama telah dikeluarkan oleh Komisi Pertahanan Nasional.
Lewat unit mobilisasi militer provinsi, mereka telah mewawancarai pekerja yang memenuhi persyaratan untuk melakukan pendaftaran. Mereka yang terpilih saat ini telah berada dalam posisi siap siaga.
"Hanya mereka yang anggota keluarganya hilang atau menjadi narapidana di Kyohwaso (kamp pendidikan ulang, yang juga berfungsi sebagai penjara) yang dibebaskan," kata sumber itu.
Kantor berita pusat Korut telah melaporkan bahwa perekrutan ini telah mencapai 1,5 juta. Namun angka ini masih diragukan validitasnya.
(ian)