Lagi, Pemberontak Tuding Pemerintah Suriah Langgar Gencatan Senjata
Jum'at, 04 Maret 2016 - 19:10 WIB
Lagi, Pemberontak Tuding Pemerintah Suriah Langgar Gencatan Senjata
A
A
A
DAMASKUS - Salah satu kelompok pemberontak Suriah, Jaish al-Islam mengatakan, perang masih terus berlangsung sejak perjanjian penghentian permusuhan mulai diberlakukan. Mereka menuduh pihak pemerintah telah melakukan pelanggaran gencatan senjata.
Jaish al-Islam juga menyatakan, gencatan senjata tidak mungkin terwujud, sementara milisi dan tentara pemerintah terus melakukan pembunuhan.
"Konfrontasi kami dengan geng Assad tidak berhenti, apakah di Ghouta, di Homs, atau di Aleppo. Dan, sejauh yang menjadi perhatian kami, perang secara efektif tidak pernah berhenti di lapangan," bunyi pernyataan Jaish al-Islam, disitir dari Reuters, Jumat (4/3/2016).
Jaish al-Islam mengaku tengah menghadapi situasi militer yang sulit, karena posisi garis depan mereka di al-Maraj, yang berada di luar Damaskus, telah direbut oleh pasukan pemerintah sejak perjanjian penghentian permusuhan mulai berlaku.
"Rezim telah melakukan serangan sengit di daerah ini sejak lebih dari empat bulan dan kami terkejut bahwa setelah deklarasi gencatan senjata oleh masyarakat internasional, serangan terus dilakukan dan pasukan Assad mengambil posisi baru di daerah kami," kata Jaish al-Islam.
Namun, tudingan ini dibantah oleh pihak pemerintah dan balik menuding pasukan pemberontak yang telah melakukan pelanggaran perjanjian.
Jaish al-Islam juga menyatakan, gencatan senjata tidak mungkin terwujud, sementara milisi dan tentara pemerintah terus melakukan pembunuhan.
"Konfrontasi kami dengan geng Assad tidak berhenti, apakah di Ghouta, di Homs, atau di Aleppo. Dan, sejauh yang menjadi perhatian kami, perang secara efektif tidak pernah berhenti di lapangan," bunyi pernyataan Jaish al-Islam, disitir dari Reuters, Jumat (4/3/2016).
Jaish al-Islam mengaku tengah menghadapi situasi militer yang sulit, karena posisi garis depan mereka di al-Maraj, yang berada di luar Damaskus, telah direbut oleh pasukan pemerintah sejak perjanjian penghentian permusuhan mulai berlaku.
"Rezim telah melakukan serangan sengit di daerah ini sejak lebih dari empat bulan dan kami terkejut bahwa setelah deklarasi gencatan senjata oleh masyarakat internasional, serangan terus dilakukan dan pasukan Assad mengambil posisi baru di daerah kami," kata Jaish al-Islam.
Namun, tudingan ini dibantah oleh pihak pemerintah dan balik menuding pasukan pemberontak yang telah melakukan pelanggaran perjanjian.
(ian)