Foto Tanpa Busana Disebar Siswa, Guru Perempuan di AS Mundur
Kamis, 03 Maret 2016 - 16:26 WIB
Foto Tanpa Busana Disebar Siswa, Guru Perempuan di AS Mundur
A
A
A
SOUTH CAROLINA - Seorang guru perempuan di sebuah sekolah di South Carolina, Amerika Serikat (AS) mengundurkan diri setelah siswa mengambil foto tanpa busananya dan menyebarkannya.
Guru bernama Leigh Anne Arthur itu mengatakan, foto-foto pribadinya sebenarnya tersimpan di ponsel. Namun, ketika lengah ponsel itu diambil siswanya dan foto-fotonya disebar ke para siswa melalui media sosial.
Arthur merupakan guru di The Union County Career and Technology Center. Menurutnya, foto-foto itu merupakan koleksi pribadi untuk suaminya.
“Siswa benar-benar mengambil ponsel saya dan mengambil gambarnya, serta bebalik mengatakan kepada saya, 'hari Anda perhitungan akan datang’,” katanya.
Ponsel Arthur diambi siswanya ketika dia sedang melakukan inspeksi pada 19 Februari 2016. Menurut pengawas interim, David Eubanks, saat itu ponsel Arthur dalam kondisi tidak terkunci.
”Saya pikir kami memiliki hak privasi, tetapi ketika kita mengambil informasi atau gambar yang tidak pantas, kami telah memastikan itu tetap (hak) pribadi,” ujar Eubanks, seperti dikutip New York Post, Rabu (2/3/2016).
Menurutnya, Arthur bisa berkontribusi terhadap kenakalan anak di bawah umur, tapi tidak jelas apakah siswa yang mengambil foto pribadinya itu dikenai dakwaan atau tidak.
Arthur mengklaim pihak sekolah memaksanya untuk mengundurkan diri. Dia sebenarnya telah mengajar di Union County selama lebih dari satu dekade.
Lantaran dianggap tidak bersalah, guru itu mendapat dukungan dari kalangan siswa dan para orang tua siswa. Mereka memohon agar Arthur kembali mengajar di kelas.
Guru bernama Leigh Anne Arthur itu mengatakan, foto-foto pribadinya sebenarnya tersimpan di ponsel. Namun, ketika lengah ponsel itu diambil siswanya dan foto-fotonya disebar ke para siswa melalui media sosial.
Arthur merupakan guru di The Union County Career and Technology Center. Menurutnya, foto-foto itu merupakan koleksi pribadi untuk suaminya.
“Siswa benar-benar mengambil ponsel saya dan mengambil gambarnya, serta bebalik mengatakan kepada saya, 'hari Anda perhitungan akan datang’,” katanya.
Ponsel Arthur diambi siswanya ketika dia sedang melakukan inspeksi pada 19 Februari 2016. Menurut pengawas interim, David Eubanks, saat itu ponsel Arthur dalam kondisi tidak terkunci.
”Saya pikir kami memiliki hak privasi, tetapi ketika kita mengambil informasi atau gambar yang tidak pantas, kami telah memastikan itu tetap (hak) pribadi,” ujar Eubanks, seperti dikutip New York Post, Rabu (2/3/2016).
Menurutnya, Arthur bisa berkontribusi terhadap kenakalan anak di bawah umur, tapi tidak jelas apakah siswa yang mengambil foto pribadinya itu dikenai dakwaan atau tidak.
Arthur mengklaim pihak sekolah memaksanya untuk mengundurkan diri. Dia sebenarnya telah mengajar di Union County selama lebih dari satu dekade.
Lantaran dianggap tidak bersalah, guru itu mendapat dukungan dari kalangan siswa dan para orang tua siswa. Mereka memohon agar Arthur kembali mengajar di kelas.
(mas)