Oposisi Suriah Ragukan Lanjutan Pembicaraan Damai
Rabu, 02 Maret 2016 - 21:47 WIB
Oposisi Suriah Ragukan Lanjutan Pembicaraan Damai
A
A
A
DAMASKUS - Seorang pejabat senior oposisi Suriah meragukan pelaksanaan pembicaraan lanjutan intra Suriah. Menurutnya, tanggal 9 yang ditetapkan sebagai tanggal dilanjutkannya pembicaraan damai masih hipotesis selama gencatan senjata saat ini tidak memenuhi tuntutan kemanusiaan.
"Selama gencatan senjata tidak membantu melaksanakan resolusi PBB, semua tanggal untuk memulai kembali perundingan damai tetap sebuah hipotesis," kata pejabat oposisi Suriah, George Sabra, kepada saluran berita Arab, Arabiya al-Hadath.
"Apa artinya gencatan senjata jika pengawasnya, yang berarti Amerika Serikat (AS) dan Rusia, tidak bisa mendorong semua pihak untuk mematuhi hal itu?" sambungnya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (2/3/2016).
Kelompok oposisi menuntut akses penuh untuk bantuan kemanusiaan, pencabutan pengepungan oleh pasukan pemerintah, pembebasan tahanan dan penghentian serangan udara sebelum mengambil bagian dalam negoasiasi damai. Tuntutan ini sesuai dengan kondisi yang ditetapkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada bulan Desember lalu.
"Stabilitas dan keberhasilan pelaksanaan tujuan gencatan senjata akan menjadi faktor utama untuk memulai kembali perundingan pada tanggal yang diumumkan oleh (Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan) De Mistura," kata Sabra.
Sebelumnya, Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan De Mistura menyatakan negosiasi damai lanjutan untuk menghentikan konflik di Suriah akan dilanjutkan pada tanggal 9 Maret.
"Selama gencatan senjata tidak membantu melaksanakan resolusi PBB, semua tanggal untuk memulai kembali perundingan damai tetap sebuah hipotesis," kata pejabat oposisi Suriah, George Sabra, kepada saluran berita Arab, Arabiya al-Hadath.
"Apa artinya gencatan senjata jika pengawasnya, yang berarti Amerika Serikat (AS) dan Rusia, tidak bisa mendorong semua pihak untuk mematuhi hal itu?" sambungnya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (2/3/2016).
Kelompok oposisi menuntut akses penuh untuk bantuan kemanusiaan, pencabutan pengepungan oleh pasukan pemerintah, pembebasan tahanan dan penghentian serangan udara sebelum mengambil bagian dalam negoasiasi damai. Tuntutan ini sesuai dengan kondisi yang ditetapkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada bulan Desember lalu.
"Stabilitas dan keberhasilan pelaksanaan tujuan gencatan senjata akan menjadi faktor utama untuk memulai kembali perundingan pada tanggal yang diumumkan oleh (Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan) De Mistura," kata Sabra.
Sebelumnya, Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan De Mistura menyatakan negosiasi damai lanjutan untuk menghentikan konflik di Suriah akan dilanjutkan pada tanggal 9 Maret.
(ian)