WikiLeaks: NSA Sadap Negosiasi Para Pemimpin Dunia

Selasa, 23 Februari 2016 - 11:25 WIB
WikiLeaks: NSA Sadap...
WikiLeaks: NSA Sadap Negosiasi Para Pemimpin Dunia
A A A
JAKARTA - Situs anti-kerahasiaan WikiLeaks, pada Selasa (23/2/2016) mengungkap dokumen rahasia perihal penyadapan negosiasi para pemimpin dunia yang dilakukan National Security Agency (NSA) Amerika Serikat (AS).

Sindonews mengakses bocoran informasi itu dari situs WikiLeaks. Informasi yang diungkap adalah penyadapan NSA terhadap pembicaraan antara Sekretaris Jenderal PBB; Ban Ki-Moon dan Kanselir Jerman; Angela Merkel.

Pembicaraan pribadi antara Perdana Menteri Israel; Benjamin Netanyahu dan mantan Perdana Menteri Italia; Silvio Berlusconi juga disadap. Bahkan, pembicaraan kunci Uni Eropa dan Jepang juga ditargetkan NSA.

Pembicaraan pribadi Ban Ki-mon dan Merkel yang disadap NSA adalah saat membahas upaya penyelamatan bumi dari dampak perubahan iklim.
Menurut data yang diungkap WikiLeaks, NSA melakukan penyadapan itu, demi melindungi industri minyak raksasa AS.

Pendiri WikiLeaks; Julian Assange, mengomentari niat AS menyadap pembicaraan para pemimpin dunia itu. ”Hari ini kami menunjukkan bahwa pertemuan pribadi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon terkait bagaimana untuk menyelamatkan planet ini dari perubahan iklim, telah disadap oleh niat negara untuk melindungi perusahaan minyak terbesar,” katanya Assange, dalam pernyataan yang dikutip situs anti-kerahasiaan itu.

Menurut Assange, Washington sejatinya telah menandatangani kesepakatan dengan PBB, di mana AS bersumpah untuk tidak terlibat dalam kegiatan (penyadapan) tersebut terhadap PBB.

Ini akan menarik untuk melihat reaksi PBB, karena jika Sekjen dapat ditargetkan tanpa konsekuensi, maka semua orang dari pemimpin dunia seperti jalan yang disapu, yang berisiko,” kata Assange.


WikiLeaks adalah organisasi jurnalistik nirlaba internasional yang didirikan di Islandia pada tahun 2006 untuk menyebarkan dokumen, foto dan video signifikansi politik atau sosial. Situs organisasi Itu menjadi terkenal ketika mempublikasikan harta kabel diplomatik rahasia antara kepala negara dan pemerintahan berbagai negara, terutama terkait skandal korupsi.
(mas)
Berita Terkait
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Pertemuan PBB Berlangsung...
Pertemuan PBB Berlangsung Panas, China-Barat Bentrok Soal Muslim Uighur
Rusia ingin PBB Menekan...
Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini
Menlu Jerman: Show Taliban...
Menlu Jerman: Show Taliban di PBB Tidak akan Ada Gunanya
Jerman Beli 60 Helikopter...
Jerman Beli 60 Helikopter Chinook dari Boeing Amerika Serikat
Jerman Tolak Gabung...
Jerman Tolak Gabung Dewan Perdamaian Trump, Dukung Perserikatan Bangsa-Bangsa
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
2 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
5 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
6 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
7 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
9 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved