Bahan Nuklir Berbahaya di Basra Lenyap, Irak Takut Dicuri ISIS

Kamis, 18 Februari 2016 - 10:33 WIB
Bahan Nuklir Berbahaya...
Bahan Nuklir Berbahaya di Basra Lenyap, Irak Takut Dicuri ISIS
A A A
BAGHDAD - Pemerintah Irak mengaku bahwa bahan radiokatif nuklir yang sangat berbahaya yang ada di wilayah Basra lenyap misterius. Mereka khawatir, materi nuklir itu dicuri ISIS untuk membuat “bom kotor”.

Pengakuan dari para pejabat Irak itu terungkap dari dokumen yang dirilis kemarin.”Pencurian bahan radioaktif yang sangat berbahaya Ir-192 dengan aktivitas yang sangat radioaktif milik SGS di depot milik Weatherford di daerah Rafidhia, Provinsi Basra,” bunyi dokumen yang dilihat Reuters, Kamis (18/2/2016).

Weatherford adalah perusahaan jasa ladang minyak Amerika Serikat (AS). Sedangkan SGS perusahaan yang induknya berbasis di Istanbul, Turki.


Kami takut unsur radioaktif akan jatuh ke tangan Daesh (ISIS),” kata seorang pejabat keamanan senior Irak yang mengetahui informasi pencurian bahan nuklir berbahaya, yang berbicara tanpa menyebutkan nama. ”Mereka bisa pasangkan itu ke bahan peledak untuk membuat bom kotor,” lanjut dia.

Bahan radiokatif yang hilang itu seukuran laptop. Bahan berbahaya itu masuk kategori Radioaktif 2 versi Badan Energi Atom Internasional atau IAEA. Masih menurut pejabat Irak, materi radiokatif yang hilang mengandung 10 gram Ir-182 dalam bentuk kapsul.


Aparat keamanan Irak dibuat bingung dengan pencurian materi bebahaya itu, karena aksinya sangat rapi.”Tidak ada kunci yang rusak, tidak ada pintu yang hancur dan tidak ada bukti (pelaku) masuk dengan paksa,” imbuh pejabat Irak tersebut.

Sebelumnya pada hari Rabu, muncul laporan bahwa pihak berwenang Belgia telah menemukan video yang membuktikan para pelaku teror di Paris memiliki ambisi yang lebih besar untukmelakukan serangan nuklir di Eropa.

Video itu ditemukan di apartemen salah satu tersangka. Salah satu isi video menunjukkan rumah dari direktur program penelitian nuklir Belgia.
(mas)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
16 menit yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
1 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
2 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
3 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved