Ingin Operasikan S-400, Rusia Desak Turki Ikuti Aturan

Jum'at, 05 Februari 2016 - 15:39 WIB
Ingin Operasikan S-400,...
Ingin Operasikan S-400, Rusia Desak Turki Ikuti Aturan
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia pada Jumat (5/2/2016) mengumumkan bahwa sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia dikerahkan di Suriah akan dioperasikan untuk menanggapi ancaman terhadap pesawat tempur Moskow di Suriah.

Rusia mendesak Turki mengikuti aturan yang disepakatai bersama antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) soal jaminan keselamatan penerbangan selama menjalankan misi tempur di Suriah.

Sistem pertahanan udara Rusia memungkinkan untuk mendeteksi ancaman dini terhadap pesawat Rusia yang menjalankan misi tempur di Suriah dan penggunaannya sesuai langkah-langkah yang memadai untuk menjamin keselamatan penerbangan, jika perlu,” kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Antonov, kepada wartawan.

Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip Russia Today, telah menuduh Turki menolak untuk mematuhi perjanjian AS dan Rusia soal jaminan keselamatan penerbangan. Buktinya, lanjut kementerian itu, Turki nekat menembak jatuh pesawat jet pengebom Su-24 pada bulan November 2015.

Antonov juga mengkritik Turki yang terang-terangan melanggar perjanjian Open Skies” dengan melarang pesawat mata-mata Rusia melintasi wilayah udara Turki. Perjanjian itu membolehkan setiap negara yang ikut tanda tangan mengizinkan pesawat mata-mata negara lain memasuki wilayah udaranya.

Sejak Februari 2013, Turki telah menolak pesawat pengintai terbang di atas situs pertahanan udara patriot di Turki selatan. Pada tahun 2014, pemerintah Turki mengatakan negara itu tidak mungkin untuk memastikan keselamatan penerbangan di wilayah yang jadi meda tempur anti-teror,” ujarnya.

Hingga saat ini Pemerintah Turki belum berkomentar soal pelarangan pesawat mata-mata Rusia terbang di wilayah udaranya, meski Ankara menjadi bagian dari negara yang ikut menandatangani perjanjian “Open Skies”. Rusia sendiri membolehkan pesawat pengintai Turki terbang di atas wilayah udara Moskow demi mematuh perjanjian itu.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Tetap di Suriah Hingga Rakyat Suriah Bebas
Suriah Bergejolak, Rusia...
Suriah Bergejolak, Rusia Nilai Hubungannya dengan Turki
Singkirkan Presiden...
Singkirkan Presiden Assad, Rusia-Turki-Iran akan Bentuk Pemerintahan Transisi
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Turki Setuju Tarik Pasukan...
Turki Setuju Tarik Pasukan dari Suriah Jika Damaskus Ambil Langkah Politik
Serangan Rudal Hancurkan...
Serangan Rudal Hancurkan Pengilangan Minyak Suriah, 4 Orang Tewas
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
34 menit yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
1 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
3 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
5 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
6 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved