Rusia Menolak Dituding Gagalkan Perundingan Damai Suriah
Kamis, 04 Februari 2016 - 22:58 WIB
Rusia Menolak Dituding Gagalkan Perundingan Damai Suriah
A
A
A
JENEWA - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov menolak tudingan yang menyatakan Rusia ingin menggagalkan pembicaraan damai Suriah di Jenewa. Menurutnya, tudingan tersebut benar-benar tidak mempunyai dasar sama sekali.
"Ini adalah tuduhan tidak berdasar, tidak didasarkan pada apa-apa. Ini merupakan upaya untuk menghindari memecahkan masalah," kata Gatilov, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Kamis (4/2/2016).
Sebelumnya, pada hari Senin lalu, Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan, keberadaan Rusia dan Iran menjadi tidak bermanfaat bagi proses perdamaian di Suriah. Sebab, sejak awal kedua negara itu telah bekerjasama dengan pemerintah Suriah.
Pada hari Jumat, pembicaraan rekonsiliasi Suriah yang dimediasi oleh PBB mulai berlangsung di Jenewa. Pembicaraan damai ini sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB pada bulan Desember lalu. Dalam resolusi itu, seluruh kelompok politik di Suriah harus melakukan negosiasi damai.
Pada hari Rabu, Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura memutuskan untuk menunda pembicaraan intra-Suriah di Jenewa sampai 25 Februari. Hal ini dikarenakan banyak permasalahan yang muncul, termasuk mengamankan akses untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung di Suriah, yang tetap saja belum terpecahkan.
"Ini adalah tuduhan tidak berdasar, tidak didasarkan pada apa-apa. Ini merupakan upaya untuk menghindari memecahkan masalah," kata Gatilov, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Kamis (4/2/2016).
Sebelumnya, pada hari Senin lalu, Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan, keberadaan Rusia dan Iran menjadi tidak bermanfaat bagi proses perdamaian di Suriah. Sebab, sejak awal kedua negara itu telah bekerjasama dengan pemerintah Suriah.
Pada hari Jumat, pembicaraan rekonsiliasi Suriah yang dimediasi oleh PBB mulai berlangsung di Jenewa. Pembicaraan damai ini sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB pada bulan Desember lalu. Dalam resolusi itu, seluruh kelompok politik di Suriah harus melakukan negosiasi damai.
Pada hari Rabu, Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura memutuskan untuk menunda pembicaraan intra-Suriah di Jenewa sampai 25 Februari. Hal ini dikarenakan banyak permasalahan yang muncul, termasuk mengamankan akses untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung di Suriah, yang tetap saja belum terpecahkan.
(ian)