Rusia Akan Terus Bombardir Suriah Sampai 'Teroris' Kalah
Rabu, 03 Februari 2016 - 22:05 WIB
Rusia Akan Terus Bombardir Suriah Sampai 'Teroris' Kalah
A
A
A
MUSCAT - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan, Rusia tidak akan menghentikan serangan udara terhadap Suriah, sampai kelompok-kelompok bersenjata seperti sayap Al-Qaeda di Suriah berhasil dikalahkan.
"Serangan Rusia tidak akan berhenti sampai kami benar-benar mengalahkan organisasi teroris, seperti Jabhat al-Nusra. Dan, saya tidak melihat alasan mengapa serangan udara ini harus dihentikan," kata Lavrov seperti dilansir dari Reuters, Rabu (3/2/2016).
Lavrov juga mengatakan, akan sulit untuk memaksakan gencatan senjata, kecuali perbatasan Suriah dengan Turki diamankan untuk mencegah penyelundupan dan gerakan pejuang.
"Mengenai gencatan senjata, kami memiliki ide pragmatis dan kami berbicara dengan Amerika yang memimpin kelompok pendukung Suriah. Kami berharap untuk mendiskusikan ide-ide ini pada pertemuan pada tanggal 11 Februari," kata Lavrov, mengacu International Syria Support Group yang akan bertemu di Munich pada 11 Februari mendatang.
Sebelumnya, pada hari Selasa, Sekretaris Negara AS John Kerry mengatakan, Rusia harus berhenti membom pasukan oposisi di Suriah satt ini, karena pembicaraan damai yang dipimpin PBB sudah dimulai.
"Serangan Rusia tidak akan berhenti sampai kami benar-benar mengalahkan organisasi teroris, seperti Jabhat al-Nusra. Dan, saya tidak melihat alasan mengapa serangan udara ini harus dihentikan," kata Lavrov seperti dilansir dari Reuters, Rabu (3/2/2016).
Lavrov juga mengatakan, akan sulit untuk memaksakan gencatan senjata, kecuali perbatasan Suriah dengan Turki diamankan untuk mencegah penyelundupan dan gerakan pejuang.
"Mengenai gencatan senjata, kami memiliki ide pragmatis dan kami berbicara dengan Amerika yang memimpin kelompok pendukung Suriah. Kami berharap untuk mendiskusikan ide-ide ini pada pertemuan pada tanggal 11 Februari," kata Lavrov, mengacu International Syria Support Group yang akan bertemu di Munich pada 11 Februari mendatang.
Sebelumnya, pada hari Selasa, Sekretaris Negara AS John Kerry mengatakan, Rusia harus berhenti membom pasukan oposisi di Suriah satt ini, karena pembicaraan damai yang dipimpin PBB sudah dimulai.
(ian)