Pengadilan Saudi Batalkan Hukuman Mati Penyair Murtad

Rabu, 03 Februari 2016 - 19:44 WIB
Pengadilan Saudi Batalkan...
Pengadilan Saudi Batalkan Hukuman Mati Penyair Murtad
A A A
RIYADH - Sebuah Pengadilan Arab Saudi membatalkan hukuman mati bagi seorang penyair Palestina atas tuduhan murtad dan meninggalkan agama Islam. Sebagai gantinya, sang penyair di hukum delapan tahun penjara dan 800 cambukan.

Ashraf Fayadh ditahan oleh polisi agama negara pada tahun 2013 di Abha, barat daya Arab Saudi, dan ditahan kembali, serta menjalani masa uji coba pada awal 2014. Ia dijatuhi hukuman mati karena diketahui telah mengutuk Allah, Nabi Muhammad dan Arab Saudi. Hal itu berdasarkan sejumlah keterangan saksi dan isi dari buku puisi yang dietulisnya pada tahun sebelumnya.

"Terdakawa dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan 800 cambukan yang dicicil dalam pelaksanaannya, dimana 50 cambukan dilakukan dalam setiap pelaksanaannya," begitu bunyi putusan pengadilan Arab Saudi yang diposting oleh pengacara Fayadh, Abdul-Rahman al-Lahim, di akun Twitternya seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (3/2/2016).

Sebelumnya, sebuah pengadilan yang lebih rendah telah menjatuhi hukuman 4 tahun penjara dan 800 cambukan kepada Fayadh. Kasus ini sempat diajukan ke tingkat banding, namun dikembalikan lagi ke tingkat rendah dengan Hakim yang berbeda. Dalam putusannya, Hakim memutuskan hukuman mati pada 17 November lalu.

Sistem pengadilan Arab Saudi berdasarkan hukum Islam atau Syariah dan para Hakim adalah ulama yang berasal dari sekolah kerajaan ultra Wahhabi yang konservatif. Dalam interpretasi syariah Wahhabi, kejahatan agama termasuk penghujatan dan kemurtadan akan dikenakan hukuman mati.
(ian)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
14 menit yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
1 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
2 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
3 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
5 jam yang lalu
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved