Rusia: Klaim Turki Adalah Tindakan Provokasi Terencana
Senin, 01 Februari 2016 - 21:35 WIB
Rusia: Klaim Turki Adalah Tindakan Provokasi Terencana
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia kembali lagi melemparkan komentar mengenai klaim terbaru Turki soal pelanggaran wilayah udara oleh jet Rusia. Menurut kementerian itu, klaim terbaru Turki itu merupakan tindakan provokasi yang memang sudah direncanakan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov kembali mengatakan, bahwa klaim yang dibuat oleh Turki tidak dilengkapi bukti yang kuat, dan dibuat hanya untuk memancing perseteruan dengan Rusia.
"Histeria yang diluncurkan oleh sisi Turki, yang kita definisikan sebagai propaganda, tidak berdasar dan terlihat seperti provokasi yang direncanakan," kata Konashenkov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/2).
Pernyataan ini sendiri muncul hanya beberapa saat setelah Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu menuturkan, pihaknya dan juga NATO memiliki bukti mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh jet tempur Rusia.
”Rusia tidak dapat menutupi pelanggaran atas wilayah udara kami. Ini tidak mungkin untuk menyembunyikan insiden seperti itu jika hal itu terjadi, atau untuk membuat pelanggaran jika itu tidak terjadi,” kata Davutoglu.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov kembali mengatakan, bahwa klaim yang dibuat oleh Turki tidak dilengkapi bukti yang kuat, dan dibuat hanya untuk memancing perseteruan dengan Rusia.
"Histeria yang diluncurkan oleh sisi Turki, yang kita definisikan sebagai propaganda, tidak berdasar dan terlihat seperti provokasi yang direncanakan," kata Konashenkov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/2).
Pernyataan ini sendiri muncul hanya beberapa saat setelah Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu menuturkan, pihaknya dan juga NATO memiliki bukti mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh jet tempur Rusia.
”Rusia tidak dapat menutupi pelanggaran atas wilayah udara kami. Ini tidak mungkin untuk menyembunyikan insiden seperti itu jika hal itu terjadi, atau untuk membuat pelanggaran jika itu tidak terjadi,” kata Davutoglu.
(esn)