Balas Dendam, Gerombolan Pria di Swedia Pukuli Anak Imigran
Sabtu, 30 Januari 2016 - 22:01 WIB
Balas Dendam, Gerombolan Pria di Swedia Pukuli Anak Imigran
A
A
A
STOCKHOLM - Segerombolan pria bertopeng dan berpakaian hitam mengamuk di sebuah stasiun kereta api di Stockhom, Swedia. Mereka memukuli anak imigran sebagai aksi balas dendam atas peristiwa penusukan terhadap pekerja suaka oleh anak imigran asal Somalia.
Sebelum melakukan serangan itu, sekitar 200 orang membagikan brosur xenophobia dengan pesan 'Cukup sekarang'. Mereka kemudian menyerang anak migran berusia di bawah 18 tahun yang sendirian tanpa pendamping.
"Saya melihat mungkin tiga orang yang dipukuli. Tidak ada perkelahian sepakbola atau sesuatu yang serupa itu. Mereka menargetkan para migran. Saya cukup takut dan lari," ujar seorang saksi dikutip dari laman Metro, Sabtu (30/1/2016).
Christian (16) adalah salah seorang bocah migran yang menjadi korban serangan tersebut. Dia mengaku bersembunyi di supermarket setelah wajahnya dipukuli. "Saya sangat takut dan benar-benar berpikir aku akan mati," katanya.
Aksi penyerangan ini dikaitkan dengan kematian seorang pekerja sosial Alexandra Mehzer. Gadis berusia 22 tahun itu bekerja di pusat anak-anak pengungsi. Ia tewas seorang anak migran dari Somalia berusia 15 tahun menikamnya. (Baca juga: Migran Remaja Tikam Wanita Cantik Swedia hingga Tewas)
Sebelum melakukan serangan itu, sekitar 200 orang membagikan brosur xenophobia dengan pesan 'Cukup sekarang'. Mereka kemudian menyerang anak migran berusia di bawah 18 tahun yang sendirian tanpa pendamping.
"Saya melihat mungkin tiga orang yang dipukuli. Tidak ada perkelahian sepakbola atau sesuatu yang serupa itu. Mereka menargetkan para migran. Saya cukup takut dan lari," ujar seorang saksi dikutip dari laman Metro, Sabtu (30/1/2016).
Christian (16) adalah salah seorang bocah migran yang menjadi korban serangan tersebut. Dia mengaku bersembunyi di supermarket setelah wajahnya dipukuli. "Saya sangat takut dan benar-benar berpikir aku akan mati," katanya.
Aksi penyerangan ini dikaitkan dengan kematian seorang pekerja sosial Alexandra Mehzer. Gadis berusia 22 tahun itu bekerja di pusat anak-anak pengungsi. Ia tewas seorang anak migran dari Somalia berusia 15 tahun menikamnya. (Baca juga: Migran Remaja Tikam Wanita Cantik Swedia hingga Tewas)
(ian)