Ancaman Bom Bikin 20 Sekolah di Inggris dan Prancis Tutup
Kamis, 28 Januari 2016 - 22:05 WIB
Ancaman Bom Bikin 20 Sekolah di Inggris dan Prancis Tutup
A
A
A
LONDON - Sekitar 20 sekolah di Inggris dan Prancis terpaksa ditutup setelah mendapat ancaman bom lewat telepon. Ini adalah kejadian yang kedua kalinya terjadi pada pekan ini di kedua negara tersebut.
Enam sekolah bergengsi di pusat kota Paris dan 14 sekolah di Inggris terpaksa ditutup akibat ancaman bom palsu. "Sekolah di Paris menerima ancaman sekitar pukul 10.20 dan 11.20," kata polisi Prancis, seperti dikutip dari laman Daily Sabah, Kamis (28/1/2016).
Siswa di Charlemagne, Fenelon, Montaigne, Condorcet, Henri IV dan Louis le Grand dievakuasi dalam rangka sterilisasi ketika polisi melakukan pencarian. Peringatan ini kemudian dicabut pada sore harinya.
Di Inggris, empat sekolah di London, enam di Birmingham, empat di Cornwall juga mendapat ancaman serupa. "Empat sekolah di seluruh London pagi ini semua menerima ancaman bom. Pelaku mengklaim telah meninggalkan perangkat mencurigakan di sekolah-sekolah tersebut," kata juru bicara kepolisian Inggris.
Namun, setelah melakukan pencarian, pihak kepolisian Inggris memastikan jika ancaman bom tersebut palsu. "Sebuah penyelidikan telah berlangsung untuk menemukan orang yang bertanggung jawab atas ancaman bom palsu ini," kata pihak kepolisian Inggris.
Enam sekolah bergengsi di pusat kota Paris dan 14 sekolah di Inggris terpaksa ditutup akibat ancaman bom palsu. "Sekolah di Paris menerima ancaman sekitar pukul 10.20 dan 11.20," kata polisi Prancis, seperti dikutip dari laman Daily Sabah, Kamis (28/1/2016).
Siswa di Charlemagne, Fenelon, Montaigne, Condorcet, Henri IV dan Louis le Grand dievakuasi dalam rangka sterilisasi ketika polisi melakukan pencarian. Peringatan ini kemudian dicabut pada sore harinya.
Di Inggris, empat sekolah di London, enam di Birmingham, empat di Cornwall juga mendapat ancaman serupa. "Empat sekolah di seluruh London pagi ini semua menerima ancaman bom. Pelaku mengklaim telah meninggalkan perangkat mencurigakan di sekolah-sekolah tersebut," kata juru bicara kepolisian Inggris.
Namun, setelah melakukan pencarian, pihak kepolisian Inggris memastikan jika ancaman bom tersebut palsu. "Sebuah penyelidikan telah berlangsung untuk menemukan orang yang bertanggung jawab atas ancaman bom palsu ini," kata pihak kepolisian Inggris.
(ian)