AS: Oposisi Suriah Harus Ikut Pembicaraan Damai
Kamis, 28 Januari 2016 - 21:03 WIB
AS: Oposisi Suriah Harus Ikut Pembicaraan Damai
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) meminta kelompok oposisi Suriah harus berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang dijadwalkan akan digelar di Jenewa pada Jumat esok tanpa syarat.
Juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, Mark Toner menyerukan oposisi Suriah untuk merebut kesempatan bersejarah untuk pergi ke Jenewa. AS juga mengusulkan cara-cara praktis untuk menerapkan gencatan senjata, akses kemanusiaan, dan tindakan yang bisa memulihkan kepercayaan lainnya.
"Kami percaya harus merebut kesempatan ini untuk menguji kesediaan rezim dan niat serta mengekspos kepada seluruh dunia pihak yang serius dan yang tidak terhadap potensi transisi politik damai di Suriah," kata Toner seperti dikutip dari laman Xinhua, Kamis (28/1/2016).
Toner juga menekankan bahwa AS menyerukan kepada oposisi Suriah untuk serius dalam menyikapi gencatan senjata dan akses untuk bantuan kemanusiaan. "Kami hanya ada di titik ini, orang-orang Suriahlah yang mencari prosesnya dan mereka perlu tanda-tanda harapan bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk hidup dalam konflik tanpa batas waktu," tukasnya.
Kelompok oposisi Suriah telah melakukan pertemuan di Arab Saudi pada Rabu kemarin. Namun, pertemuan itu tidak menemui kata akhir soal partisipasi mereka dalam permbicaraan damai di Jenewa. Mereka mengatakan bahwa mereka akan menunggu respon PBB terhadap tuntutan mereka.
Juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, Mark Toner menyerukan oposisi Suriah untuk merebut kesempatan bersejarah untuk pergi ke Jenewa. AS juga mengusulkan cara-cara praktis untuk menerapkan gencatan senjata, akses kemanusiaan, dan tindakan yang bisa memulihkan kepercayaan lainnya.
"Kami percaya harus merebut kesempatan ini untuk menguji kesediaan rezim dan niat serta mengekspos kepada seluruh dunia pihak yang serius dan yang tidak terhadap potensi transisi politik damai di Suriah," kata Toner seperti dikutip dari laman Xinhua, Kamis (28/1/2016).
Toner juga menekankan bahwa AS menyerukan kepada oposisi Suriah untuk serius dalam menyikapi gencatan senjata dan akses untuk bantuan kemanusiaan. "Kami hanya ada di titik ini, orang-orang Suriahlah yang mencari prosesnya dan mereka perlu tanda-tanda harapan bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk hidup dalam konflik tanpa batas waktu," tukasnya.
Kelompok oposisi Suriah telah melakukan pertemuan di Arab Saudi pada Rabu kemarin. Namun, pertemuan itu tidak menemui kata akhir soal partisipasi mereka dalam permbicaraan damai di Jenewa. Mereka mengatakan bahwa mereka akan menunggu respon PBB terhadap tuntutan mereka.
(ian)