Soal Nuklir Korut, AS Terus Desak China
Rabu, 27 Januari 2016 - 17:18 WIB
Soal Nuklir Korut, AS Terus Desak China
A
A
A
BEIJING - Amerika Serikat (AS) terus mendesak China untuk memberikan tekanan lebih kepada Korea Utara (Korut), terkait pengembangan senjata nuklir mereka. AS berpedapat hanya China yang bisa merubah sikap Korut soal senjata nuklir.
Menurut Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, AS dan China sampai saat ini masih belum sepenuhnya sepaham mengenai pengembangan senjata Korut. Oleh karena itu pihaknya terus melakukan pendekatan, dan sedapat mungkin mendesak China untuk bersikap mengenai hal ini.
"Meskipun AS dan China telah membuat kemajuan yang baik tentang isu-isu perubahan iklim ke kontra-terorisme, jelas kami masih memiliki beberapa masalah penting yang harus kita cari jalan keluarnya," ucap Kerry paska melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing.
"Salah satunya adalah program nuklir Korut, yang merupakan tantangan utama bagi keamanan global, salah satu isu yang paling penting bagi keamanan AS," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (27/1).
Sejak sebelum bertolak ke Beijing, Kerry memang telah berjanji untuk menekan China untuk mendorong Korut menghentikan pengembangan senjata nuklir mereka. Janji ini datang setelah Korut mengatakan berhasil telah melakukan uji senjata nuklir hidrogen pada 6 Januari
Menurut Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, AS dan China sampai saat ini masih belum sepenuhnya sepaham mengenai pengembangan senjata Korut. Oleh karena itu pihaknya terus melakukan pendekatan, dan sedapat mungkin mendesak China untuk bersikap mengenai hal ini.
"Meskipun AS dan China telah membuat kemajuan yang baik tentang isu-isu perubahan iklim ke kontra-terorisme, jelas kami masih memiliki beberapa masalah penting yang harus kita cari jalan keluarnya," ucap Kerry paska melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing.
"Salah satunya adalah program nuklir Korut, yang merupakan tantangan utama bagi keamanan global, salah satu isu yang paling penting bagi keamanan AS," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (27/1).
Sejak sebelum bertolak ke Beijing, Kerry memang telah berjanji untuk menekan China untuk mendorong Korut menghentikan pengembangan senjata nuklir mereka. Janji ini datang setelah Korut mengatakan berhasil telah melakukan uji senjata nuklir hidrogen pada 6 Januari
(ian)