Rusia Mengaku Tak Pernah Janjikan Suaka bagi Assad
Selasa, 26 Januari 2016 - 20:54 WIB
Rusia Mengaku Tak Pernah Janjikan Suaka bagi Assad
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, pihaknya tidak pernah menocoba untuk meyakinkan Presiden Suriah Basha al-Assad untuk mengundurkan diri atau pun menjanjikan akan memberikannya suaka.
"Itu palsu. Tidak ada pembicaraan seperti itu dengan Presiden Assad," kata Sergei Lavrov dalam konferensi pers tahunan dalam menanggapi laporan media bahwa diduga Moskow menyarankan Assad untuk mundur, seperti dikutip dari Sputniknews, Selasa (26/1/2016).
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal bulan ini mengatakan, pemberian suaka kepada Presiden Assad adalah prematur. Pihak Kremlin sebelumnya juga membantah jika Putin menyarankan kepada Assad untuk mundur. (Baca juga: Kremlin Bantah Putin Minta Assad Mundur)
Sosok Presiden Suriah Bashar al-Assad memang menjadi sosok yang dipandang berbeda oleh Barat dan Rusia terkait penyelesaian konflik di Suriah yang telah berlangsung sejak 2011.
Sosok Assad di mata negara-negara Barat adalah sosok yang menjadi pusat krisis di Suriah, sehingga harus dilengserkan. Sedangkan bagi Rusia, sosok Assad diperlukan sebagai bagian dalam penyelesaian konflik Suriah.
"Itu palsu. Tidak ada pembicaraan seperti itu dengan Presiden Assad," kata Sergei Lavrov dalam konferensi pers tahunan dalam menanggapi laporan media bahwa diduga Moskow menyarankan Assad untuk mundur, seperti dikutip dari Sputniknews, Selasa (26/1/2016).
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal bulan ini mengatakan, pemberian suaka kepada Presiden Assad adalah prematur. Pihak Kremlin sebelumnya juga membantah jika Putin menyarankan kepada Assad untuk mundur. (Baca juga: Kremlin Bantah Putin Minta Assad Mundur)
Sosok Presiden Suriah Bashar al-Assad memang menjadi sosok yang dipandang berbeda oleh Barat dan Rusia terkait penyelesaian konflik di Suriah yang telah berlangsung sejak 2011.
Sosok Assad di mata negara-negara Barat adalah sosok yang menjadi pusat krisis di Suriah, sehingga harus dilengserkan. Sedangkan bagi Rusia, sosok Assad diperlukan sebagai bagian dalam penyelesaian konflik Suriah.
(ian)