Rusia Tegaskan Tak Berniat Bangun Pangkalan Militer di Suriah
Senin, 25 Januari 2016 - 20:03 WIB
Rusia Tegaskan Tak Berniat Bangun Pangkalan Militer di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia melemparkan bantahan atas laporan yang dibuat oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Kelompok pemantau yang berbasis di London itu mengatakan Rusia tengah bersiap untuk membangun pangkalan udara di kawasan Qamishli yang berada di wilayah perbatasan Suriah dan Turki.
Dalam sebuah pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa untuk saat ini mereka belum memiliki rencana untuk membangun pangkalan udara baru di Suriah, khususnya di wilayah perbatasan dengan Turki.
"Kementerian Pertahanan Rusia tidak memiliki rencana untuk membangun pangkalan udara baru di wilayah Qamishli," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov seperti dilansir Reuters pada Senin (25/1).
Seperti diberitakan sebelumnya, kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa Rusia telah mengirimkan sejumlah insinyur militer ke kota perbatasan Qamishli, Suriah, untuk memperkuat landasan pacu dan meningkatkan kapasitas bandara di sana.
Laporan penumpukan pasukan Rusia di dekat Turki itu muncul di tengah ketegangan antara Ankara dan Moskow setelah pesawat tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat jet pengebom Su-24 Rusia di perbatasan Suriah-Turki pada 24 November 2015 lalu.
Dalam sebuah pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa untuk saat ini mereka belum memiliki rencana untuk membangun pangkalan udara baru di Suriah, khususnya di wilayah perbatasan dengan Turki.
"Kementerian Pertahanan Rusia tidak memiliki rencana untuk membangun pangkalan udara baru di wilayah Qamishli," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov seperti dilansir Reuters pada Senin (25/1).
Seperti diberitakan sebelumnya, kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa Rusia telah mengirimkan sejumlah insinyur militer ke kota perbatasan Qamishli, Suriah, untuk memperkuat landasan pacu dan meningkatkan kapasitas bandara di sana.
Laporan penumpukan pasukan Rusia di dekat Turki itu muncul di tengah ketegangan antara Ankara dan Moskow setelah pesawat tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat jet pengebom Su-24 Rusia di perbatasan Suriah-Turki pada 24 November 2015 lalu.
(esn)