Burkina Faso Tangkap 11 Mantan Pengawal Presiden
Minggu, 24 Januari 2016 - 18:52 WIB
Burkina Faso Tangkap 11 Mantan Pengawal Presiden
A
A
A
OUAGADOUGOU - Burkina Faso telah menangkap 11 mantan anggota pasukan pengawal presiden yang telah dibubarkan. Penangkapan mereka terkait serangan terhadap gudang senjata di dekat ibukota pada pekan ini.
"Sejak kemarin, total kami telah menangkap 11 dari RSP (pasukan pengawal presiden)," kata Kepala Unit Operasi Militer, Mahamadi Bonkoungou. Ia juga menambahkan, saat ini mereka masih mengejar pelaku lainnya, seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (24/1/2016).
Serangan terhadap gudang senjata Yimbdi terjadi kurang dari seminggu setelah anggota Al-Qaeda menyerang sebuah hotel dan menewaskan 30 orang, termasuk orang asing, di ibukota Ouagadougou. Serangan ini pun menjadi tantangan keamanan bagi presiden baru negara itu Roch Marc Christian Kabore.
Situasi di Burkina Faso sendiri saat ini memang tengah rapuh, menyusul periode transisi yang tengah terjadi di negara itu usai lengsernya Presiden Blaise Compaore pada 2014 lalu.
Setahun kemudian, mantan kepala mata-mata Campaore, Jenderal Gilbert Diendere berusaha menggunakan RSP untuk menggulingkan pemerintah sementara, seminggu jelang pemilu presiden. Pemberontakan ini berhasil digagalkan, dimana Diendere dipenjara dan RSP dibubarkan.
"Sejak kemarin, total kami telah menangkap 11 dari RSP (pasukan pengawal presiden)," kata Kepala Unit Operasi Militer, Mahamadi Bonkoungou. Ia juga menambahkan, saat ini mereka masih mengejar pelaku lainnya, seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (24/1/2016).
Serangan terhadap gudang senjata Yimbdi terjadi kurang dari seminggu setelah anggota Al-Qaeda menyerang sebuah hotel dan menewaskan 30 orang, termasuk orang asing, di ibukota Ouagadougou. Serangan ini pun menjadi tantangan keamanan bagi presiden baru negara itu Roch Marc Christian Kabore.
Situasi di Burkina Faso sendiri saat ini memang tengah rapuh, menyusul periode transisi yang tengah terjadi di negara itu usai lengsernya Presiden Blaise Compaore pada 2014 lalu.
Setahun kemudian, mantan kepala mata-mata Campaore, Jenderal Gilbert Diendere berusaha menggunakan RSP untuk menggulingkan pemerintah sementara, seminggu jelang pemilu presiden. Pemberontakan ini berhasil digagalkan, dimana Diendere dipenjara dan RSP dibubarkan.
(ian)