Serangan Udara Rusia di Suriah Tewaskan 63 Orang
Minggu, 24 Januari 2016 - 17:57 WIB
Serangan Udara Rusia di Suriah Tewaskan 63 Orang
A
A
A
DAMASKUS - Setidaknya 63 orang, termasuk 9 anak-anak, tewas dalam sebuah serangan udara yang diyakini dilakukan oleh pesawat tempur Rusia. Serangan udara tersebut menghantam sebuah kota di sebelah timur Suriah, seperti dilaporkan oleh Observatorium HAM untuk Suriah.
Serangan udara tersebut terjadi di Khasham, dekat kota Deir al-Zor pada Sabtu kemarin. Serangan ini adalah bagian dari serangkaian serangan yang melanda dua kota lainnya dalam waktu 48 jam terakhir yang menewaskan puluhan orang seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/1/2016).
Jet-jet tempur Rusia membom sekitar kota Deir al-Zor ditengah bentrokan pasukan pro pemerintah Suriah dengan anggota ISIS yang menguasai sebagian besar provinsi tersebut. Kelompok ini telah dikepung setelah pasukan pemerintah Suriah berhasil menguasai sejumlah wilayah sejak Maret lalu. Pada pekan lalu, pasukan pro pemerintah melancarkan serangan baru.
Jet-jet tempur Rusia juga melakukan serangan ke ibukota de facto ISIS, Raqqa, selama dua hari terakhir. Serangan itu menewaskan 44 orang di kota tersebut kata kelompok yang berbasis di London, Inggris itu.
Serangan udara tersebut terjadi di Khasham, dekat kota Deir al-Zor pada Sabtu kemarin. Serangan ini adalah bagian dari serangkaian serangan yang melanda dua kota lainnya dalam waktu 48 jam terakhir yang menewaskan puluhan orang seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/1/2016).
Jet-jet tempur Rusia membom sekitar kota Deir al-Zor ditengah bentrokan pasukan pro pemerintah Suriah dengan anggota ISIS yang menguasai sebagian besar provinsi tersebut. Kelompok ini telah dikepung setelah pasukan pemerintah Suriah berhasil menguasai sejumlah wilayah sejak Maret lalu. Pada pekan lalu, pasukan pro pemerintah melancarkan serangan baru.
Jet-jet tempur Rusia juga melakukan serangan ke ibukota de facto ISIS, Raqqa, selama dua hari terakhir. Serangan itu menewaskan 44 orang di kota tersebut kata kelompok yang berbasis di London, Inggris itu.
(ian)