Atas Nama Kesetaraan, Ratusan Wanita Topless di Brisbane

Senin, 18 Januari 2016 - 13:49 WIB
Atas Nama Kesetaraan,...
Atas Nama Kesetaraan, Ratusan Wanita Topless di Brisbane
A A A
BRISBANE - Ratusan wanita berkumpul di sebuah taman di Brisbane dan melakukan aksi telanjang dada atau topless. Aksi itu untuk menyuarakan kesetaraan dan menentang gagasan bahwa hanya kaum pria yang bebas topless.

Acara itu diprakarsai dua wanita bernama Zoe Buckley Lennox, 22, dan Amanda Haworth, 21. Kegiatan nyeleneh itu berlangsung pada Minggu sore di West End Orleigh Park, di Brisbane, Australia. Sekitar 800 wanita ambil bagian dalam aksi topless itu.

Penyelenggara menamakan acara itu sebagai “Free the Nipple”(membebaskan puting). Meski memicu kritik bahkan ancaman kekerasan, acara itu tetap nekat digelar.

Semula acara bebas topless itu muncul dari sebuah undangan di sebuah halaman Facebook. Sebelum acara berlangsung, lebih dari 800 wanita menyatakan siap hadir dan 1.600 wanita mengaku tertarik untuk hadir. Undangan itu telah diterima sekitar 3.400 wanita.

Gerakan bebas topless ini sejatinya merupakan gerakan internasional. Namun, Lennox dan Haworth merasa tertarik untuk menerapkannya di Brisbane.

Kami mulai berbicara tentang cara-cara di mana kita bisa bekerja untuk membebaskan puting,” kata Haworth kepada Daily Mail Australia.Kami hanya berkata satu sama lain;“Hei, kenapa kita tidak menempatkan piknik di mana teman-teman kita bisa datang dan melepas baju mereka dan duduk di taman serta menikmati sore yang bagus?,” lanjut Haworth.

Sedikit yang kami tahu, dengan menjadikannya (acara di halaman Facebook), kami telah menarik begitu banyak perhatian,” imbuh dia. Meski demikian, halaman Facebook itu juga dipenuhi orang-orang yang menentang acara itu.

Apa hal yang mengerikan ketimbang untuk mengekspos anak-anak dan bagaimana sedihnya bahwa wanita merasa perlu untuk melakukan hal-hal guna mendapatkan perhatian,” tulis seorang wanita penentang acara itu di halaman Facebook tersebut. “Jika Anda ingin diperlakukan seperti sama, mungkin berhentilah melakukan hal-hal yang kekanak-kanakan dan mencari perhatian,” lanjut tulisan itu.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
36 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved