Lewat Indonesia, DK PBB Serukan Dunia Bersatu Lawan Terorisme

Jum'at, 15 Januari 2016 - 14:25 WIB
Lewat Indonesia, DK...
Lewat Indonesia, DK PBB Serukan Dunia Bersatu Lawan Terorisme
A A A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB "memanfaatkan" teror bom Sarinah untuk mengajak dunia internasional bersatu melawan terorisme. Hal itu tertuang dalam pernyataan pers yang dirilis oleh DK PBB.

Dalam pernyataanya, DK PBB pada mulanya membahas mengenai teror bom Sarinah. Dimana, DK PBB turut mengecam dan turut mengutarakan duka cita kepada seluruh keluarga korban teror tersebut.

Lalu, DK PBB melihat secara umum bahwa dengan adanya aksi teror di Jakarta, membuktikan bahwa adanya peningkatan kegiatan kelompok teror di dunia. Hal inilah yang dijadikan DK PBB sebagai pendorong agar dunia internasional menyatukan kekuatan melawan terorisme.

"Para anggota Dewan Keamanan menekankan, mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut harus bertanggung jawab, dan mendesak semua Negara, sesuai dengan kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan yang relevan, untuk bekerja sama secara aktif dengan semua otoritas terkait dalam hal ini," bunyi pernyataan pers DK PBB pada Jumat (15/1).

"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa setiap tindakan terorisme sebagai tindakan kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi mereka, di mana pun, kapan pun dan oleh siapapun," sambungnya.

"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali perlunya semua negara untuk memerangi dengan segala cara, sesuai dengan Piagam PBB dan kewajiban lainnya berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum internasional hak asasi manusia, hukum pengungsi internasional, dan hukum kemanusiaan internasional, ancaman untuk perdamaian internasional dan keamanan yang disebabkan oleh tindakan teroris," imbuhnya.

DK PBB dalam pernyataannya juga menambahkan bahwa perlunya untuk mengambil tindakan untuk mencegah dan menekan pendanaan terorisme, organisasi teroris dan teroris individu sesuai dengan resolusi 2199 (2015) dan 2253 (2015).
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
2 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved