Militer Pakistan Bersumpah Merespon Kuat Jika Saudi Terancam

Senin, 11 Januari 2016 - 15:40 WIB
Militer Pakistan Bersumpah...
Militer Pakistan Bersumpah Merespon Kuat Jika Saudi Terancam
A A A
ISLAMABAD - Militer Pakistan bersumpah untuk memberikan repon yang kuat jika integritas wilayah Arab Saudi terancam. Komitmen militer Pakistan itu muncul ketika Menteri Pertahanan Arab Saudi yang juga putra Raja Salman bin Abdulaziz, Mohammed bin Salman, berkunjung ke Islamabad, Senin (11/1/2016).

Dalam kunjungan selama tujuh jam, Pangeran Mohammed melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif dan Kepala Staf Militer Pakistan, Jenderal Raheel Sharif. Namun, Mohammed tidak melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Pakistan, Asif Khawaja, yang menyambutnya di bandara.

Komitmen Pakistan untuk terhadap Saudi itu disampaikan Jenderal Raheel Sharif. ”Pakistan yang memiliki hubungan pertahanan dengan Kerajaan (Arab Saudi) di harga tertinggi, kembali menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap integritas teritorial Arab Saudi akan membangkitkan respon kuat dari Pakistan,” katanya, seperti dikutip IB Times.

Pakistan memiliki hubungan dekat dan hubungan persaudaraan dengan Arab Saudi serta negara-negara Teluk (GCC) lainnya dan menempatkan diri sangat penting untuk keamanan mereka,” lanjut Jenderal Raheel Sharif yang dikenal memiliki pengaruh politik yang kuat di Pakistan.

Hasil diskusi Jenderal Pakistan dengan Pangeran Mohammed belum dipublikasikan. Namun, ada spekulasi yang bermunculan di Islamabad bahwa pasukan Pakistan akan ditempatkan di Saudi.

Saudi saat ini masih terlibat ketegangan dengan Iran. Riyadh telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran setelah massa di Iran membakar kantor Kedutaan Besar Saudi di Teheran. Amuk massa itu dipicu eksekusi 47 orang termasuk ulama Syiah terkemuka, Nimr Baqir Al-Nimr oleh otoritas Saudi.

Meski militer Pakistan komitmen untuk melindungi Saudi, namun Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, memilih untuk hati-hati. Dia bahkan mengajak Saudi dan Iran untuk menyelesaikan masalah melalui jalur diplomasi.

Pakistan secara historis mengejar kebijakan mempromosikan persaudaraan antara negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam). Pakistan juga selalu menyatakan kesiapannya untuk menawarkan jasa baik kepada negara-negara Muslim untuk resolusi atas perbedaan mereka,” kata PM Nawaz Sharif dalam pernyataan yang dikeluarkan kantornya.
(mas)
Berita Terkait
Jet Tempur Pakistan...
Jet Tempur Pakistan Kini Ikut Jaga Wilayah Saudi, Riyadh Mulai Tak Lagi Percaya AS?
Jenderal Penasihat Khamenei...
Jenderal Penasihat Khamenei Desak Iran Gabung Pakta Pertahanan Arab Saudi-Pakistan
Negara Bersenjata Nuklir...
Negara Bersenjata Nuklir Ini Akan Bela Arab Saudi jika Perang Iran Memanas
4 Fakta Pakistan Akan...
4 Fakta Pakistan Akan Bantu Arab Saudi jika DIserang
AS-Iran di Ambang Perang...
AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi
Setelah Kirim Pasukan...
Setelah Kirim Pasukan ke Saudi, Pakistan Kembali Mediasi Perundingan AS dan Iran
Berita Terkini
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
37 menit yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
1 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
3 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved