Korsel Minta AS Sebar Senjata Strategis di Semenanjung Korea
Kamis, 07 Januari 2016 - 16:16 WIB
Korsel Minta AS Sebar Senjata Strategis di Semenanjung Korea
A
A
A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) meminta Amerika Serikat (AS) untuk menyebarkan senjata strategis di Semenanjung Korea pasca Korea Utara (Korut) mengklaim telah berhasil melakukan uji coba bom hidrogen. Seorang pejabat militer Korsel mengatakan, kedua negara telah membahas penyebaran senjata strategis AS di Semenanjung Korea.
Namun sang pejabat menolak untuk memberikan rincian pembicaraan kedua belah pihak seperti dilansir dari Reuters, Kamis (7/1/2016). Pada tahun 2013 lalu, Washington mengirimkan sepasang pembom siluman berkemampuan nuklir, B-2, pada sebuah sorti di Korsel untuk unjuk kekuatan. Hal itu dilakukan setelah Korut menguji perangkat nuklirnya.
Seorang pengamat pertahanan, Anthony Cordesman mengatakan, AS sangat berhati-hati dalam menanggapi permintaan Korsel untuk menyebar senjata strategis di Semenanjung Korea. AS takut hal itu malah dipandang sebagai aksi provokasi terhadap rezim Pyongyang.
"Setiap eskalasi di wilayah ini, setiap over reaksi dapat dengan mudah menyebabkan konflik dimana tidak hanya melibatkan Korsel dan Korut tetapi juga bisa menyeret China dan AS serta Jepang," kata Cordesman.
Korut sebelumnya menyatakan telah berhasil melakukan uji coba bom hidrogen. Uji coba ini juga sekaligus lonceng peringatan bagi Jepang dan Korea Selatan.
Namun sang pejabat menolak untuk memberikan rincian pembicaraan kedua belah pihak seperti dilansir dari Reuters, Kamis (7/1/2016). Pada tahun 2013 lalu, Washington mengirimkan sepasang pembom siluman berkemampuan nuklir, B-2, pada sebuah sorti di Korsel untuk unjuk kekuatan. Hal itu dilakukan setelah Korut menguji perangkat nuklirnya.
Seorang pengamat pertahanan, Anthony Cordesman mengatakan, AS sangat berhati-hati dalam menanggapi permintaan Korsel untuk menyebar senjata strategis di Semenanjung Korea. AS takut hal itu malah dipandang sebagai aksi provokasi terhadap rezim Pyongyang.
"Setiap eskalasi di wilayah ini, setiap over reaksi dapat dengan mudah menyebabkan konflik dimana tidak hanya melibatkan Korsel dan Korut tetapi juga bisa menyeret China dan AS serta Jepang," kata Cordesman.
Korut sebelumnya menyatakan telah berhasil melakukan uji coba bom hidrogen. Uji coba ini juga sekaligus lonceng peringatan bagi Jepang dan Korea Selatan.
(ian)