Prihatin, Indonesia Cari Solusi 'Damaikan' Iran dan Saudi
Selasa, 05 Januari 2016 - 11:29 WIB
Prihatin, Indonesia Cari Solusi 'Damaikan' Iran dan Saudi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinannya terkait tegangnya hubungan Kerajaan Arab Saudi dan Republik Islam Iran. Indonesia akan mencari solusi untuk “mendamaikan” kedua negara yang bersitegang itu.
“Pemerintah Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat mengakibatkan terjadinya eskalasi keadaan serta membahayakan stabilitas dan keamanan kawasan,” bunyi keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia yang diterima Sindonews, Selasa (5/1/2016).
Menurut Kemlu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan segera menghubungi Sekjen OKI maupun Menlu Kerajaan Arab Saudi dan Menlu Republik Islam Iran. Langkah Menlu Retno itu untuk membantu mencari solusi terbaik secara damai dalam mengatasi ketegangan antara kedua negara.
Ketegangan Iran dan Saudi memanas setelah otoritas Saudi mengeksekusi ulama Syiah, Sheikh Nimr Al-Nimr dan 46 orang lainnya. Mereka dieksekusi massal Sabtu lalu, yang rata-rata dituduh terlibat asksi terorisme.
Eksekusi terhadap Al-Nimr memicu kemarahan massa di Iran. Mereka membakar dan menyerang keduataan Saudi di Teheran dan Konsulat Saudi di Mashhad. Saudi merespons penyerangan itu dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah Saudi juga diikuti negara-negara sekutunya, yaitu Bahrain dan Sudan.
“Pemerintah Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat mengakibatkan terjadinya eskalasi keadaan serta membahayakan stabilitas dan keamanan kawasan,” bunyi keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia yang diterima Sindonews, Selasa (5/1/2016).
Menurut Kemlu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan segera menghubungi Sekjen OKI maupun Menlu Kerajaan Arab Saudi dan Menlu Republik Islam Iran. Langkah Menlu Retno itu untuk membantu mencari solusi terbaik secara damai dalam mengatasi ketegangan antara kedua negara.
Ketegangan Iran dan Saudi memanas setelah otoritas Saudi mengeksekusi ulama Syiah, Sheikh Nimr Al-Nimr dan 46 orang lainnya. Mereka dieksekusi massal Sabtu lalu, yang rata-rata dituduh terlibat asksi terorisme.
Eksekusi terhadap Al-Nimr memicu kemarahan massa di Iran. Mereka membakar dan menyerang keduataan Saudi di Teheran dan Konsulat Saudi di Mashhad. Saudi merespons penyerangan itu dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah Saudi juga diikuti negara-negara sekutunya, yaitu Bahrain dan Sudan.
(mas)