Iran Tuduh Saudi Cari Alasan untuk Kobarkan Ketegangan
Senin, 04 Januari 2016 - 17:27 WIB
Iran Tuduh Saudi Cari Alasan untuk Kobarkan Ketegangan
A
A
A
TEHERAN - Pemerintah Iran menuduh Arab Saudi mencari alasan untuk mengobarkan ketegangan dengan memutuskan hubungan diplomatik sebagai respons atas penyerangan massa di Kedutaan dan Konsulat-nya di Iran.
Teheran menegaskan bahwa Iran telah berkomitmen untuk melindungi misi diplomatik asing. Iran juga sudah menangkap puluhan orang yang terlibat dalam penyerangan dan pembakaran kedutaan Saudi di Teheran.
Demonstran Iran menyerbu kantor Kedutaan Saudi beberapa jam setelah otoritas Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah, Nimr Al-Nimr. Riyadh untuk menarik semua staf diplomatiknya dan memerintahkan semua diplomat Iran hengkang dari Saudi dalam tempo 48 jam.
”Iran berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan diplomatik berdasarkan konvensi internasional. Tapi Arab Saudi, yang menyuburkan ketegangan telah menggunakan insiden ini sebagai alasan untuk mengobarkan ketegangan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Jaberi Ansari, Senin (4/1/2016) seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, memerintahkan semua diplomat Iran untuk hengkang dari Saudi dalam waktu 48 jam. ”Kerajaan (Saudi) mengingat realitas ini, mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran dan meminta delegasi misi diplomatik dari kedutaan, konsulat dan kantor yang berhubungan dengan itu hengkang dalam waktu 48 jam,” katanya.
“Duta Besar (Iran) telah dipanggil untuk memberitahu mereka,” katanya lagi. Setelah Kedubes dan Konsulat Saudi di Iran diserang, Jubeir minta semua diplomat Saudi di Baghdad, Irak, waspada. Sebab, protes atas eksekusi Al-Nimr juga terjadi di Irak.
Ditanya apakah Saudi akan menggugat Iran di PBB atas penyerangan Kedutaan dan Konsulat-nya di Iran, Jubeir mengaku masih pikir-pikir.”Sedang dipelajari semua opsi yang tersedia, baik di Liga Arab Organisasi Negara Islam atau pun PBB,” ujar Jubeir.
Teheran menegaskan bahwa Iran telah berkomitmen untuk melindungi misi diplomatik asing. Iran juga sudah menangkap puluhan orang yang terlibat dalam penyerangan dan pembakaran kedutaan Saudi di Teheran.
Demonstran Iran menyerbu kantor Kedutaan Saudi beberapa jam setelah otoritas Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah, Nimr Al-Nimr. Riyadh untuk menarik semua staf diplomatiknya dan memerintahkan semua diplomat Iran hengkang dari Saudi dalam tempo 48 jam.
”Iran berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan diplomatik berdasarkan konvensi internasional. Tapi Arab Saudi, yang menyuburkan ketegangan telah menggunakan insiden ini sebagai alasan untuk mengobarkan ketegangan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Jaberi Ansari, Senin (4/1/2016) seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, memerintahkan semua diplomat Iran untuk hengkang dari Saudi dalam waktu 48 jam. ”Kerajaan (Saudi) mengingat realitas ini, mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran dan meminta delegasi misi diplomatik dari kedutaan, konsulat dan kantor yang berhubungan dengan itu hengkang dalam waktu 48 jam,” katanya.
“Duta Besar (Iran) telah dipanggil untuk memberitahu mereka,” katanya lagi. Setelah Kedubes dan Konsulat Saudi di Iran diserang, Jubeir minta semua diplomat Saudi di Baghdad, Irak, waspada. Sebab, protes atas eksekusi Al-Nimr juga terjadi di Irak.
Ditanya apakah Saudi akan menggugat Iran di PBB atas penyerangan Kedutaan dan Konsulat-nya di Iran, Jubeir mengaku masih pikir-pikir.”Sedang dipelajari semua opsi yang tersedia, baik di Liga Arab Organisasi Negara Islam atau pun PBB,” ujar Jubeir.
(mas)