Bom Bunuh Diri Hantam Kantor Pemerintah Pakistan, 21 Tewas
Selasa, 29 Desember 2015 - 22:47 WIB
Bom Bunuh Diri Hantam Kantor Pemerintah Pakistan, 21 Tewas
A
A
A
ISLAMABAD - Otoritas keamanan Pakistan mengatakan, seorang pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah kantor pemerintah di Pakistan dan menewaskan 21 orang, serta melukai lebih dari 70 orang lainnya.
"Seorang pelaku bom bunuh diri dengan mengendarai sepeda motor meledakkan dirinya di kantor Nadra (Pusat Database dan Registrasi Nasional), di Mardan yang penuh dengan antrian," kata perwira polisi setempat, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/12/2015).
Seorang karyawan Nadra mengaku berada di dalam gedung ketika ia mendengar ledakan besar di luar gedung. "Kami masih di dalam kantor dan polisi serta petuga penyelamat sibuk menyelamatkan para korban," katanya.
Sebuah faksi Taliban, Jamaat ur Ahrar, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kantor cabang dari Pusat Database dan Registrasi Nasional itu. Kelompok ini berjuang untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan pemerintahan Islam garis keras.
"Kantor tersebut adalah bagian dari negara kafir Pakistan dan itu adalah target yang sah. Insya Allah, kami akan menargetkan semua organisasi pemerintah Pakistan bagik secara langsung maupun tidak langsung sebagai bagian dari perang ini," kata juru bicara Taliban, Ehsanullah Ehsan.
"Seorang pelaku bom bunuh diri dengan mengendarai sepeda motor meledakkan dirinya di kantor Nadra (Pusat Database dan Registrasi Nasional), di Mardan yang penuh dengan antrian," kata perwira polisi setempat, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/12/2015).
Seorang karyawan Nadra mengaku berada di dalam gedung ketika ia mendengar ledakan besar di luar gedung. "Kami masih di dalam kantor dan polisi serta petuga penyelamat sibuk menyelamatkan para korban," katanya.
Sebuah faksi Taliban, Jamaat ur Ahrar, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kantor cabang dari Pusat Database dan Registrasi Nasional itu. Kelompok ini berjuang untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan pemerintahan Islam garis keras.
"Kantor tersebut adalah bagian dari negara kafir Pakistan dan itu adalah target yang sah. Insya Allah, kami akan menargetkan semua organisasi pemerintah Pakistan bagik secara langsung maupun tidak langsung sebagai bagian dari perang ini," kata juru bicara Taliban, Ehsanullah Ehsan.
(ian)