Pemberontak Muslim Bunuh 9 Orang di Filipina Selatan
Sabtu, 26 Desember 2015 - 16:10 WIB
Pemberontak Muslim Bunuh 9 Orang di Filipina Selatan
A
A
A
MANILA - Faksi pemberontak Muslim yang menolak perjanjian damai dengan pemerintah Filipina, kelompok Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro, menyerang sebuah desa di Filipina Selatan pada malam natal dan membunuh 9 warga.
Juru runding pemerintah Filipina dalam pembicaraan damai dengan Front Pembebasan Islam Moro, Miriam Ferrer mengatakan, 7 petani ditembak dari jarak dekat saat bekerja di sawah. Dua warga sipil lainnya tewas dalam serangan granat di sebuah kapel di dekat provinsi Cotabato Utara, sepeti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (26/12/2015).
Kelompok ini sebelumnya juga menyerang sebuah kota pertanian di Sultan Kudarat, pulau selatan Mindanao. Ferrer mengungkapkan, saat itu, para pemberontak menyandera warga sipil dan menjadikan mereka sebagai tameng manusia saat dikejar oleh para tentara. Meski begitu, para sandera berhasil dibebaskan dan empat anggota kelompok tersebut tewas.
Pasukan keamanan Filipina saat ini tengah dalam keadaan siaga. Mereka ditempatkan di sekitar pusat perbelanjaan, gereja, stasiun bus dan terminal feri selama liburan untuk berjaga dari setiap kemungkinan serangan.
Para pejabat kepolisian mengatakan, kelompok yang berada di balik serangan malam Natal di Mindanao telah berjanji setia untuk ISIS di Timur Tengah. Itu diketahui setelah mereka memposting janji setia itu ke YouTube. Namun, belum ditemukan bukti yang menunjukkan mereka mempunyai hubungan dengan ISIS di Irak dan Suriah.
Juru runding pemerintah Filipina dalam pembicaraan damai dengan Front Pembebasan Islam Moro, Miriam Ferrer mengatakan, 7 petani ditembak dari jarak dekat saat bekerja di sawah. Dua warga sipil lainnya tewas dalam serangan granat di sebuah kapel di dekat provinsi Cotabato Utara, sepeti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (26/12/2015).
Kelompok ini sebelumnya juga menyerang sebuah kota pertanian di Sultan Kudarat, pulau selatan Mindanao. Ferrer mengungkapkan, saat itu, para pemberontak menyandera warga sipil dan menjadikan mereka sebagai tameng manusia saat dikejar oleh para tentara. Meski begitu, para sandera berhasil dibebaskan dan empat anggota kelompok tersebut tewas.
Pasukan keamanan Filipina saat ini tengah dalam keadaan siaga. Mereka ditempatkan di sekitar pusat perbelanjaan, gereja, stasiun bus dan terminal feri selama liburan untuk berjaga dari setiap kemungkinan serangan.
Para pejabat kepolisian mengatakan, kelompok yang berada di balik serangan malam Natal di Mindanao telah berjanji setia untuk ISIS di Timur Tengah. Itu diketahui setelah mereka memposting janji setia itu ke YouTube. Namun, belum ditemukan bukti yang menunjukkan mereka mempunyai hubungan dengan ISIS di Irak dan Suriah.
(ian)