Demonstran di Corsica Serbu Tempat Ibadah dan Bakar Alquran

Sabtu, 26 Desember 2015 - 09:03 WIB
Demonstran di Corsica...
Demonstran di Corsica Serbu Tempat Ibadah dan Bakar Alquran
A A A
AJACCIO - Para demonstran menyerbu tempat ibadah di Pulau Corsica, Prancis, dan membakar salinan Alquran. Penyerbuan yang dikutuk Pemerintah Prancis itu terjadi saat hari Natal, kemarin.

Aksi anarki pecah di saat Prancis memperketat pengamanan bagi warga yang sedang menikmati liburan. Terlebih warga Prancis masih dihantui rentetan serangan teror mengerikan di Paris 13 November 2015 lalu yang menewaskan 130 orang.

Perdana Menteri Perancis; Manuel Valls menulis kecaman di Twitter terkait kekerasan di Kota Ajaccio. ”Penodaan tidak dapat diterima,” katanya mengacu pada penyerbuan tempat ibadah Muslim itu.

Sebelum penyerbuan tempat ibadah, Kota Ajaccio sempat dilanda ketegangan, setelah dua petugas pemadam kebakaran dan polisi terluka di lingkungan masyarakat berpenghasilan rendah ketika mereka diserang oleh beberapa pemuda berkerudung.

Setelah serangan itu, sekitar 150 orang berkumpul untuk memberikan dukungan kepada polisi dan petugas pemadam kebakaran yang jadi sasaran serangan.

Kemudian, sekelompok orang yang memisahkan diri nekat menuju perumahan masyarakat berpenghasilan rendah, tempat di mana kekerasan terjadi pada malam sebelumnya. Mereka meneriakkan slogan-slogan dalam bahasa Corsica. ”Arab keluar!," sekelompok orang itu. ”Ini rumah kami!,” lanjut teriakan mereka sebagaimana dilaporkan koresponden AFP, Sabtu (26/12/2015).


Di dekat perumahan itu terdapat sebuah ruang yang dijadikan tempat ibadah warga Muslim. Sekelompok demonstran lantas memecahkan pintu kaca dan menyerbu tempat ibadah tersebut. Menurut pejabat setempat, Francois Lalanne, mereka menggeledah ruang dan membakar beberapa buku termasuk salinan Alquran. “Lima puluh buku doa dilempar keluar di jalan," kata Lalanne. Beberapa halaman, kata dia, dibakar.

French Council of the Muslim Faith (CFCM) atau Dewan Muslim Prancis di saat warga Muslim dan Kristen sama-sama berdoa di hari yang penting. Warga Muslim berdoa di hari kelahiran Nabi Muhammad sedangkan warga Kristen berdoa di hari Natal.


Menteri Dalam Negeri Prancis; Bernard Cazeneuve; mengatakan serangan di tempat ibadah warga Muslim menunjukkan tanda-tanda rasisme dan xenofobia”. Dia juga mengutuk serangan terhadap aparat keamanan dan penegak hukum di Corsica yang dilakukan sekelompok pemuda berkerudung.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
1 jam yang lalu
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
2 jam yang lalu
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
6 jam yang lalu
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
7 jam yang lalu
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
8 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kini Lebih...
4 Alasan Iran Kini Lebih Siap Hadapi Serangan AS, Sudah Memahami Musuh
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved