Digempur Pasukan Irak, ISIS Gunakan Perisai Manusia di Ramadi
Jum'at, 25 Desember 2015 - 20:50 WIB
Digempur Pasukan Irak, ISIS Gunakan Perisai Manusia di Ramadi
A
A
A
BAGHDAD - Kelompok teroris ISIS menggunakan perisai manusia dan membuat sejumlah jebakan di seluruh rumah di Ramadi. Langkah ini dilakukan ISIS untuk mencegah tentara Irak merebut kembali kota strategis tersebut.
Anggota Dewan Provinsi Arbar, Sabah Karhout mengatakan, ISIS telah menyiapkan pertahanan yang kuat dengan alat peledak improvisasi dan menggunakan perisai manusia. Ia pun meminta pasukan Irak untuk berhati-hati, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (25/12/2015).
Sementara itu, juru bicara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS), Kolonel Steve Warren, mengatakan, ISIS terus memberikan perlawanan dalam pertempuran sengit yang terjadi selama 24 jam terakhir.
"Mereka sudah membentuk pertahanan dengan menggunakan alat peledak improvisasi sebagai ranjau darat, jebakan, dan memasangnya di seluruh rumah," katanya sembari menambahkan laporan intelijen menyatakan ada 100 anggota ISIS yang bersembunyi di gedung pemerintah.
Kelompok Negara Islam Irak Suriah atau ISIS berhasil menduduki kota Ramadi, 60 mil dari ibukota Irak Baghdad, pada bulan Mei lalu.
Anggota Dewan Provinsi Arbar, Sabah Karhout mengatakan, ISIS telah menyiapkan pertahanan yang kuat dengan alat peledak improvisasi dan menggunakan perisai manusia. Ia pun meminta pasukan Irak untuk berhati-hati, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (25/12/2015).
Sementara itu, juru bicara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS), Kolonel Steve Warren, mengatakan, ISIS terus memberikan perlawanan dalam pertempuran sengit yang terjadi selama 24 jam terakhir.
"Mereka sudah membentuk pertahanan dengan menggunakan alat peledak improvisasi sebagai ranjau darat, jebakan, dan memasangnya di seluruh rumah," katanya sembari menambahkan laporan intelijen menyatakan ada 100 anggota ISIS yang bersembunyi di gedung pemerintah.
Kelompok Negara Islam Irak Suriah atau ISIS berhasil menduduki kota Ramadi, 60 mil dari ibukota Irak Baghdad, pada bulan Mei lalu.
(ian)