Januari, Rusia Akan Mulai Pasok S-300 ke Iran
Jum'at, 25 Desember 2015 - 20:48 WIB
Januari, Rusia Akan Mulai Pasok S-300 ke Iran
A
A
A
MOSKOW - Seorang sumber di sistem kerjasama militer dan teknis Rusia mengatakan, mulai Januari 2016, Moskow akan mulai memasok sistem pertahan udara S-300PMU-2 ke Iran.
"Direncanakan proses pengiriman resimen pertama dari sistem pertahanan udara S-300PMU-2 pada bulan Januari dan selesai pada bulan Februari. Selanjutnya, Iran akan menerima resimen kedua pada bulan Agustus atau September 2016.
Dengan demikian Rusia telah memenuhi kewajibannya untuk memasok sistem pertahanan udara S-300PMU-2 ke Iran," kata sumber tadi seperti dikutip dari laman TASS, Jumat (25/12/2015).
Sumber tersebut juga mengatakan, Rusia juga akan melatih sekitar 80 spesialis Iran untuk menggunakan sistem rudal S-300 di Akademi Militer Luar Angkasa Mozhaisky.
"Program pelatihan akan berlangsung selama empat bulan. Biaya pelatihan ini adalah bagian dari kontrak yang telah ditandatangani. Setelah mengikuti pelatih, rencananya selesai pada bulan Mei, para spesialis Iran ini akan kembali ke negaranya," tutur sang sumber.
Sebelumnya, Iran telah memesan lima divisi S-300 dari Rusia dengan nilai USD800 juta. Namun pada musim gugur tahun 2010 dibatalkan, karena adanya larangan dari Presiden Dmitry Medvedev. Iran pun menggugat ke pengadilan Arbitrase di Jenewa dengan klaim hampir USD4 miliar
Namun, pada musim semi 2015, larangan tersebut dicabut oleh Presiden Vladimir Putin dan pada bulan November kontrak kembali berlaku. Awal bulan Desember, pembantu presiden pada kerjasama militer-teknis Vladimir Kozhin dikonfirmasi informasi tersebut.
Kemudian, Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin mengumumkan pembelian S-300, Iran pun akan mencabut gugatannya.
"Direncanakan proses pengiriman resimen pertama dari sistem pertahanan udara S-300PMU-2 pada bulan Januari dan selesai pada bulan Februari. Selanjutnya, Iran akan menerima resimen kedua pada bulan Agustus atau September 2016.
Dengan demikian Rusia telah memenuhi kewajibannya untuk memasok sistem pertahanan udara S-300PMU-2 ke Iran," kata sumber tadi seperti dikutip dari laman TASS, Jumat (25/12/2015).
Sumber tersebut juga mengatakan, Rusia juga akan melatih sekitar 80 spesialis Iran untuk menggunakan sistem rudal S-300 di Akademi Militer Luar Angkasa Mozhaisky.
"Program pelatihan akan berlangsung selama empat bulan. Biaya pelatihan ini adalah bagian dari kontrak yang telah ditandatangani. Setelah mengikuti pelatih, rencananya selesai pada bulan Mei, para spesialis Iran ini akan kembali ke negaranya," tutur sang sumber.
Sebelumnya, Iran telah memesan lima divisi S-300 dari Rusia dengan nilai USD800 juta. Namun pada musim gugur tahun 2010 dibatalkan, karena adanya larangan dari Presiden Dmitry Medvedev. Iran pun menggugat ke pengadilan Arbitrase di Jenewa dengan klaim hampir USD4 miliar
Namun, pada musim semi 2015, larangan tersebut dicabut oleh Presiden Vladimir Putin dan pada bulan November kontrak kembali berlaku. Awal bulan Desember, pembantu presiden pada kerjasama militer-teknis Vladimir Kozhin dikonfirmasi informasi tersebut.
Kemudian, Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin mengumumkan pembelian S-300, Iran pun akan mencabut gugatannya.
(ian)