Oposisi Suriah Berikan Koordinat Target Teroris pada Rusia
Rabu, 16 Desember 2015 - 13:34 WIB
Oposisi Suriah Berikan Koordinat Target Teroris pada Rusia
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pasukan oposisi Suriah telah memberikan koordinat lokasi target milik ISIS untuk diserang kepada militer Rusia.
"Hubungan telah dibangun dan terus dipertahankan. Kelompok-kelompok oposisi memberikan koordinat kepada Angkatan Udara Rusia untuk menyerang sasaran teroris," kata Letnan Jenderal Sergey Rudskoy, seperti dikutip dari laman Russia Today, Rabu (16/12/2015).
Menurut Rudskoy, ada lebih dari 150 kelompok oposisi dan mereka berjuang bersama tentara pemerintah Suriah memerangi teroris ISIS. Ia juga menegaskan, militer Rusia membantu para pemberontak.
"Tujuan militer Rusia adalah bekerja untuk menyatukan upaya pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok lain yang tertarik untuk membebaskan Suriah dari kelompok teroris internasional," katanya.
Rusia sendiri telah mengintensifkan serangan udara terhadap ISIS dan kelompok teroris lainnya selama beberapa minggu terakhir. Alhasil, enam fasilitas minyak ilegal telah hancur selama tiga hari terakhir, serta tujuh konvoi teroris yang sarat dengan minyak ilegal.
"Hubungan telah dibangun dan terus dipertahankan. Kelompok-kelompok oposisi memberikan koordinat kepada Angkatan Udara Rusia untuk menyerang sasaran teroris," kata Letnan Jenderal Sergey Rudskoy, seperti dikutip dari laman Russia Today, Rabu (16/12/2015).
Menurut Rudskoy, ada lebih dari 150 kelompok oposisi dan mereka berjuang bersama tentara pemerintah Suriah memerangi teroris ISIS. Ia juga menegaskan, militer Rusia membantu para pemberontak.
"Tujuan militer Rusia adalah bekerja untuk menyatukan upaya pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok lain yang tertarik untuk membebaskan Suriah dari kelompok teroris internasional," katanya.
Rusia sendiri telah mengintensifkan serangan udara terhadap ISIS dan kelompok teroris lainnya selama beberapa minggu terakhir. Alhasil, enam fasilitas minyak ilegal telah hancur selama tiga hari terakhir, serta tujuh konvoi teroris yang sarat dengan minyak ilegal.
(ian)