AS Minta Jerman Tambah Bantuan Militer Hadapi ISIS
Minggu, 13 Desember 2015 - 13:02 WIB
AS Minta Jerman Tambah Bantuan Militer Hadapi ISIS
A
A
A
BERLIN - Sebuah media di Jerman menyatakan, Amerika Serikat (AS) meminta Berlin untuk mengirimkan bantuan lebih banyak dalam perang melawan ISIS.
Permintaan ini diajukan seminggu setelah parlemen Jerman menyetujui bergabungnya Jerman dalam kampenye militer di Suriah.
Media Jerman, Der Spiegel mengatakan, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter telah mengirim surat meminta bantuan militer yang lebih besar dari Berlin seperti disitir dari Reuters, Minggu (13/12/2015).
Menurut seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, surat itu benar adanya dan telah diterima. Namun, isinya masih menjadi bahan pertimbangan tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Pertahan Jerman Ursula von der Leyen pada pekan lalu mengatakan bahwa Jerman mungkin perlu Angkatan Bersenjata yang lebih besar untuk dikirim ke Suriah.
Parlemen Jerman telah menyetujui paket bantuan militer yang diajukan oleh Kabinet Angela Merkel. Paket bantuan militer itu mencakup jet pengintai Tornado, sebuah kapal Angkatan Laut, hingga pengiriman 1.200 personel pasukan.
Permintaan ini diajukan seminggu setelah parlemen Jerman menyetujui bergabungnya Jerman dalam kampenye militer di Suriah.
Media Jerman, Der Spiegel mengatakan, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter telah mengirim surat meminta bantuan militer yang lebih besar dari Berlin seperti disitir dari Reuters, Minggu (13/12/2015).
Menurut seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, surat itu benar adanya dan telah diterima. Namun, isinya masih menjadi bahan pertimbangan tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Pertahan Jerman Ursula von der Leyen pada pekan lalu mengatakan bahwa Jerman mungkin perlu Angkatan Bersenjata yang lebih besar untuk dikirim ke Suriah.
Parlemen Jerman telah menyetujui paket bantuan militer yang diajukan oleh Kabinet Angela Merkel. Paket bantuan militer itu mencakup jet pengintai Tornado, sebuah kapal Angkatan Laut, hingga pengiriman 1.200 personel pasukan.
(ian)