Muslim dan Berkulit Hitam, Siswi 13 Tahun di AS Dicurigai Bawa Bom
Sabtu, 12 Desember 2015 - 14:24 WIB
Muslim dan Berkulit Hitam, Siswi 13 Tahun di AS Dicurigai Bawa Bom
A
A
A
SNELLVILLE - Perilaku rasisme dialami siswi Muslim berkulit hitam berusia 13 tahun di Georgia, Amerika Serikat (AS). Saat hendak masuk kelas, siswi itu dicegat gurunya ditanya apakah dia membawa bom di tas raselnya atau tidak.
Orang tua siswi itu mengaku frustasi atas tindakan guru di Shiloh Middle School. Dia berharap guru itu tidak memiliki “niat buruk”. Siswi yang dicurigai gurunya membawa bom itu putri dari Abdirizak Aden.
Siswi yang mengenakan jilbab tersebut tetap diam ketika dicegat gurunya dan ditanya apakah dia membawa bom di tas ranselnya atau tidak. Tapi, siswi yang namanya tidak diungkap karena alasan hukum itu mengirim pesan singkat atau SMS kepada ayahnya untuk menceritakan kejadian yang dia alami.
“Putri saya ingin tahu mengapa dia ditanyai seperti itu,” kata Aden kepada Atlanta Journal-Constitution. ”Kami dari Afrika, kami adalah Muslim, kita hidup di Amerika,” katanya lagi.
”Saya tidak mengajarkan anak-anak saya untuk membenci orang atau berpikir mereka lebih baik daripada orang lain. Saya tidak ingin ada yang memperlakukan mereka seperti itu,” lanjut Aden, sebagaimana dikutip Russia Today, Sabtu (12/12/2015).
Abdirizak Aden lahir di Somalia, tapi sekarang tinggal dan bekerja di Snellville, AS. ”Saya marah,” katanya mengacu pada kejadian yang dialami putrinya.”Saya akan membawa anak saya keluar (dari sekolah itu).”
Siswi itu mengungkapkan kekesalan atas tindakan gurunya. "Itu sangat tidak sopan,” kesalnya. ”Saya datang ke sana untuk belajar. Pada akhir hari, saya masih akan mendapatkan A atau B dan meninggalkan kelasnya,” katanya.
Guru itu belum dipublikasikan identitasnya. Tetapi pihak Gwinnett County Public Schools telah mengkonfirmasi bahwa insiden itu memang terjadi.
Kepala sekolah, Eli Welch III, telah berbicara kepada kedua guru dan Aden. Welch III juga telah menyatakan permintaan maaf kepada gadis dan ayahnya. Keluarga gadis itu mengaku sudah memaafkan tindakan guru tersebut.
Orang tua siswi itu mengaku frustasi atas tindakan guru di Shiloh Middle School. Dia berharap guru itu tidak memiliki “niat buruk”. Siswi yang dicurigai gurunya membawa bom itu putri dari Abdirizak Aden.
Siswi yang mengenakan jilbab tersebut tetap diam ketika dicegat gurunya dan ditanya apakah dia membawa bom di tas ranselnya atau tidak. Tapi, siswi yang namanya tidak diungkap karena alasan hukum itu mengirim pesan singkat atau SMS kepada ayahnya untuk menceritakan kejadian yang dia alami.
“Putri saya ingin tahu mengapa dia ditanyai seperti itu,” kata Aden kepada Atlanta Journal-Constitution. ”Kami dari Afrika, kami adalah Muslim, kita hidup di Amerika,” katanya lagi.
”Saya tidak mengajarkan anak-anak saya untuk membenci orang atau berpikir mereka lebih baik daripada orang lain. Saya tidak ingin ada yang memperlakukan mereka seperti itu,” lanjut Aden, sebagaimana dikutip Russia Today, Sabtu (12/12/2015).
Abdirizak Aden lahir di Somalia, tapi sekarang tinggal dan bekerja di Snellville, AS. ”Saya marah,” katanya mengacu pada kejadian yang dialami putrinya.”Saya akan membawa anak saya keluar (dari sekolah itu).”
Siswi itu mengungkapkan kekesalan atas tindakan gurunya. "Itu sangat tidak sopan,” kesalnya. ”Saya datang ke sana untuk belajar. Pada akhir hari, saya masih akan mendapatkan A atau B dan meninggalkan kelasnya,” katanya.
Guru itu belum dipublikasikan identitasnya. Tetapi pihak Gwinnett County Public Schools telah mengkonfirmasi bahwa insiden itu memang terjadi.
Kepala sekolah, Eli Welch III, telah berbicara kepada kedua guru dan Aden. Welch III juga telah menyatakan permintaan maaf kepada gadis dan ayahnya. Keluarga gadis itu mengaku sudah memaafkan tindakan guru tersebut.
(mas)