Rusia Belum Berniat Serang Basis ISIS di Libya
Jum'at, 11 Desember 2015 - 22:42 WIB
Rusia Belum Berniat Serang Basis ISIS di Libya
A
A
A
ROMA - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, Kremlin tidak memiliki rencana untuk melakukan serangan udara di wilayah Libya, yang juga menjadi basis bagi kelompok ISIS.
"Ini belum masuk dalam rencana kami. Kami tidak memiliki permintaan untuk melakukan penyerangan dari pemerintah Libya dan tidak ada permintaan semacam itu dari pemerintah Libya," kata Lavrov saat melakukan konferensi pers ketika melakukan kunjungan ke Italia seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (11/12/2015).
Dalam kesempatan itu Lavrov juga mengatakan, koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang juga membombardir ISIS di Suriah adalah mitra potensial yang efektif di republik Arab.
Sebelumnya, PBB dalam laporan terbarunya menyatakan, ISIS telah menjadikan Libya sebagai 'zona mundur' dan menjadi pusat perekrutan anggota strategis yang mampu mencapai jantung Suriah. (Baca juga: ISIS Jadikan Libya Pertahanan Terakhir)
Menurut PBB, anggota ISIS di Libya mencapai 3.000 orang. Angka ini terus berkembang dengan cepat karena didorong ketenaran kelompok itu, serta lemahnya struktur keamanan di Libya. Sedangkan di saat yang bersamaan, sejumlah pemimpin senior ISIS diyakini telah tiba di negara itu selama setahun terakhir.
"Ini belum masuk dalam rencana kami. Kami tidak memiliki permintaan untuk melakukan penyerangan dari pemerintah Libya dan tidak ada permintaan semacam itu dari pemerintah Libya," kata Lavrov saat melakukan konferensi pers ketika melakukan kunjungan ke Italia seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (11/12/2015).
Dalam kesempatan itu Lavrov juga mengatakan, koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang juga membombardir ISIS di Suriah adalah mitra potensial yang efektif di republik Arab.
Sebelumnya, PBB dalam laporan terbarunya menyatakan, ISIS telah menjadikan Libya sebagai 'zona mundur' dan menjadi pusat perekrutan anggota strategis yang mampu mencapai jantung Suriah. (Baca juga: ISIS Jadikan Libya Pertahanan Terakhir)
Menurut PBB, anggota ISIS di Libya mencapai 3.000 orang. Angka ini terus berkembang dengan cepat karena didorong ketenaran kelompok itu, serta lemahnya struktur keamanan di Libya. Sedangkan di saat yang bersamaan, sejumlah pemimpin senior ISIS diyakini telah tiba di negara itu selama setahun terakhir.
(ian)