Banjir Kecaman, Trump Tunda Kunjungi Israel
Kamis, 10 Desember 2015 - 21:26 WIB
Banjir Kecaman, Trump Tunda Kunjungi Israel
A
A
A
WASHINGTON - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari partai Republik, Donald Trump, memutuskan untuk menunda kunjungannya ke Israel. Penundaan ini diumumkan pengusaha eksentrik itu di tengah kontroversi atas komentar tentang pembatasan kaum Muslim untuk memasuki wilayah AS.
Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (10/12), Trump mengumumkan keputusan penundaan lawatan itu dalam sebuah postingan di akun Twitter-nya. Ia mengaku akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kemudian hari, setelah ia menjadi presiden AS.
Berdasarkan keterangan sumber dalam pemerintah Israel, pertemuan itu rencananya akan digelar 28 Desember mendatang di Yerusalem. Di Israel sendiri, rencana pertemuan Trump dengan Netanyahu telah menuai reaksi keras.
Publik Israel mendesak Netanyahu untuk membatalkan pertemuan dengan Trump, setelah capres AS itu mengeluarkan pernyataan yang memantik reaksi keras, tak hanya dari dunia Muslim, tapi juga dari banyak kalangan di dunia.
Pernyataan itu pula yang membuat Trump mendapat tekanan kuat untuk mundur dari pencalonan dirinya sebagai Presiden AS di pemilu tahun depan. Namun, Trump bergeming dan mengaku akan tetap melanjutkan pencalonan dirinya.
Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (10/12), Trump mengumumkan keputusan penundaan lawatan itu dalam sebuah postingan di akun Twitter-nya. Ia mengaku akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kemudian hari, setelah ia menjadi presiden AS.
Berdasarkan keterangan sumber dalam pemerintah Israel, pertemuan itu rencananya akan digelar 28 Desember mendatang di Yerusalem. Di Israel sendiri, rencana pertemuan Trump dengan Netanyahu telah menuai reaksi keras.
Publik Israel mendesak Netanyahu untuk membatalkan pertemuan dengan Trump, setelah capres AS itu mengeluarkan pernyataan yang memantik reaksi keras, tak hanya dari dunia Muslim, tapi juga dari banyak kalangan di dunia.
Pernyataan itu pula yang membuat Trump mendapat tekanan kuat untuk mundur dari pencalonan dirinya sebagai Presiden AS di pemilu tahun depan. Namun, Trump bergeming dan mengaku akan tetap melanjutkan pencalonan dirinya.
(esn)