Sebelum Insiden Su-24, Putin Telah Meminta Maaf pada Turki
Rabu, 09 Desember 2015 - 20:16 WIB
Sebelum Insiden Su-24, Putin Telah Meminta Maaf pada Turki
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuturkan, sebelum insiden Su-24 terjadi, pihaknya telah terlebih dahulu meminta maaf kepada pemerintah Turki. Permintaan maaf ini terkait pelanggaran wilayah udara yang pernah dilakukan jet Rusia.
Lavrov bahkan menyatakan permintaan maaf itu diutarakan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan, kala kedua melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.
"Sebelum jatuhnya Su-24, Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi meminta maaf kepada Erdogan untuk pelanggaran wilayah udara Turki oleh pesawat Rusia," kata Lavrov seperti dilansir Russia Today pada Rabu (9/12).
Sebelum insiden Su-24, jet tempur Rusia dikabarkan sudah dua kali melakukan pelanggaran wilayah udara Turki, Sebagai respon atas pelanggaran itu, Turki telah berkali-kali memanggil perwakilan Rusia di Ankara untuk meminta penjelasan.
Tidak lama setelah itu, Turki tiba-tiba menembak jatuh Su-24, yang menurut Turki telah melanggar wilayah udara mereka. Namun, berdasarkan kesaksian pilot pesawat itu, saat insiden terjadi dirinya masih berada di dalam wilayah Suriah.
Lavrov bahkan menyatakan permintaan maaf itu diutarakan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan, kala kedua melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.
"Sebelum jatuhnya Su-24, Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi meminta maaf kepada Erdogan untuk pelanggaran wilayah udara Turki oleh pesawat Rusia," kata Lavrov seperti dilansir Russia Today pada Rabu (9/12).
Sebelum insiden Su-24, jet tempur Rusia dikabarkan sudah dua kali melakukan pelanggaran wilayah udara Turki, Sebagai respon atas pelanggaran itu, Turki telah berkali-kali memanggil perwakilan Rusia di Ankara untuk meminta penjelasan.
Tidak lama setelah itu, Turki tiba-tiba menembak jatuh Su-24, yang menurut Turki telah melanggar wilayah udara mereka. Namun, berdasarkan kesaksian pilot pesawat itu, saat insiden terjadi dirinya masih berada di dalam wilayah Suriah.
(esn)