Prancis: Rusia Harusnya Hanya Serang ISIS
Senin, 30 November 2015 - 20:57 WIB
Prancis: Rusia Harusnya Hanya Serang ISIS
A
A
A
PARIS - Pemerintah Prancis, melalui Kementerian Luar Negeri mereka menyatakan, Rusia bebas melakukan serangan di daerah manapun di Suriah, asalkan serangan itu hanya menargetkan ISIS, dan bukan kelompok lainnya. Pernyataan itu merupakan tanggapan atas serangan yang dilancarakan Rusia di wilayah Turkmen, yang berada di perbatasan Suriah dan Turki.
"Tidak ada keragunan mengenai tujuan sebenarnya dari serangan yang dilancarkan oleh Rusia di wilayah tersebut, yakni menghancurkan ISIS, bukan yang lain," ucap juru bicara Kemlu Prancis, Romain Nadal, seperti dilansir Reuters pada Senin (30/11).
Sejauh ini, Rusia memang tidak pandang bulu dalam melakukan serangan udara di Suriah. Semua kelompok yang masuk dalam daftar kelompok teroris dihajar habis-habisan oleh Negeri Beruang Merah itu.
Serangan gencar yang dilancarkan Rusia ini memancing kekhawatiran dan protes dari Barat. Barat menilai Rusia turut menyerang kelompok pemberontak Suriah, dan terkadang menyerang pemukiman sipil.
Barat bahkan menilai Rusia lebih fokus menyerang pemberontak dibandingkan ISIS, dengan tujuan mengamankan posisi Presiden Suriah Bashar al-Assad. Selain itu, akibat terlalu gencar melakukan serangan, terkadang jet Rusia sedikit melewati wilayah udara Suriah dan memasuki wilayah Turki, yang berujung pada penembakan salah satu jet Rusia pekan lalu.
"Tidak ada keragunan mengenai tujuan sebenarnya dari serangan yang dilancarkan oleh Rusia di wilayah tersebut, yakni menghancurkan ISIS, bukan yang lain," ucap juru bicara Kemlu Prancis, Romain Nadal, seperti dilansir Reuters pada Senin (30/11).
Sejauh ini, Rusia memang tidak pandang bulu dalam melakukan serangan udara di Suriah. Semua kelompok yang masuk dalam daftar kelompok teroris dihajar habis-habisan oleh Negeri Beruang Merah itu.
Serangan gencar yang dilancarkan Rusia ini memancing kekhawatiran dan protes dari Barat. Barat menilai Rusia turut menyerang kelompok pemberontak Suriah, dan terkadang menyerang pemukiman sipil.
Barat bahkan menilai Rusia lebih fokus menyerang pemberontak dibandingkan ISIS, dengan tujuan mengamankan posisi Presiden Suriah Bashar al-Assad. Selain itu, akibat terlalu gencar melakukan serangan, terkadang jet Rusia sedikit melewati wilayah udara Suriah dan memasuki wilayah Turki, yang berujung pada penembakan salah satu jet Rusia pekan lalu.
(esn)