Bentrok dengan Militer Filipina, 8 Pendukung ISIS Tewas
Jum'at, 27 November 2015 - 20:29 WIB
Bentrok dengan Militer Filipina, 8 Pendukung ISIS Tewas
A
A
A
MANILA - Sejumlah pejabat Filipina mengatakan, 8 anggota kelompok yang berafiliasi dengan ISIS tewas setelah terlibat baku tembak dengan militer Filipina di sebelah selatan negara itu.
Dikutip dari laman ABC Australia, Jumat (27/11/2015), bentrokan bersenjata terjadi di kota terpencil di Palimbang, Provinsi Sultan Kudarat, wilayah minoritas muslim di Filipina.
Juru bicara militer regional, Mayor Filemon Tan mengatakan, militan yang terlibat bentrok dengan militer adalah anggota kelompok Ansar al-Khalifa, kelompok yang menyatakan dukungannya kepada ISIS. Pasca bentrokan, pihak militer Filipina menemukan sejumlah bendera hitam mirip dengan yang digunakan oleh ISIS.
Tan juga mengatakan, pihak militer telah memverifikasi laporan intelijen bahwa satu dari delapan pendukung ISIS yang tewas adalah warga Indonesia. Sedangkan juru bicara militer nasional, Kolonel Restituto Padilla mengatakan, tidak ada hubungan antara Ansar al-Khalifa dengan ISIS.
"Kelompok ini mencoba untuk mendompleng popularitas ISIS, tapi mereka tidak benar-benar ISIS. Kami melihat mereka hanya sebagai kelompok kriminal belaka," tegas Padilla.
Dikutip dari laman ABC Australia, Jumat (27/11/2015), bentrokan bersenjata terjadi di kota terpencil di Palimbang, Provinsi Sultan Kudarat, wilayah minoritas muslim di Filipina.
Juru bicara militer regional, Mayor Filemon Tan mengatakan, militan yang terlibat bentrok dengan militer adalah anggota kelompok Ansar al-Khalifa, kelompok yang menyatakan dukungannya kepada ISIS. Pasca bentrokan, pihak militer Filipina menemukan sejumlah bendera hitam mirip dengan yang digunakan oleh ISIS.
Tan juga mengatakan, pihak militer telah memverifikasi laporan intelijen bahwa satu dari delapan pendukung ISIS yang tewas adalah warga Indonesia. Sedangkan juru bicara militer nasional, Kolonel Restituto Padilla mengatakan, tidak ada hubungan antara Ansar al-Khalifa dengan ISIS.
"Kelompok ini mencoba untuk mendompleng popularitas ISIS, tapi mereka tidak benar-benar ISIS. Kami melihat mereka hanya sebagai kelompok kriminal belaka," tegas Padilla.
(ian)