Indonesia Butuh 15 Tahun untuk Atasi Pengungsi
Jum'at, 27 November 2015 - 16:26 WIB
Indonesia Butuh 15 Tahun untuk Atasi Pengungsi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Hassan Kleib mengatakan, Indonesia setidaknya butuh 15 tahun untuk bisa menempatan kembali ribuan pengungsi yang ada di Indonesia. Saat ini, Indonesia setidaknya menampung sekitar 13 ribu pengungsi.
Namun, Hassan menuturkan, target tersebut bisa tercapai jika beberapa syarat pendukung terpenuhi. Beberapa diantaranya adalah tidak ada lagi aliran pengungsi yang masuk ke Indonesia, dan negara penerima konsisten menerima jumlah pengungsi dari Indonesia.
"Pada tahun 2014, dengan UNHCR kta berhasil menempatkan sekitar 600 pengungsi ke berbagai negara, termasuk Australia. Selain itu, ada 260 yang minta dibantu repatriasi ke negaranya secara suka rela. Jadi, total ada sekitar 900," kata Hassan pada Jumat (27/11).
"Kalau kita punya 13.700 pengungsi, dan kalau sekitar 900 pengungsi dalam satu tahun kita bisa tempatkan kembali, kita butuh 15 tahun dengan perngertian tidak ada tambahan, dan negara penerima mau menerima pengungsi dengan kuota yang sama setiap tahunnya," sambungnya.
Namun, hal itu menurutnya sulit terealisasi. Sebab, saat ini mayoritas negara penerima berada di Eropa, dan di Eropa saat ini tengah dibuat pusing dengan serbuan pengungsi dari Suriah, dan sejumlah negara di Timur Tengah lainnya.
Namun, Hassan menuturkan, target tersebut bisa tercapai jika beberapa syarat pendukung terpenuhi. Beberapa diantaranya adalah tidak ada lagi aliran pengungsi yang masuk ke Indonesia, dan negara penerima konsisten menerima jumlah pengungsi dari Indonesia.
"Pada tahun 2014, dengan UNHCR kta berhasil menempatkan sekitar 600 pengungsi ke berbagai negara, termasuk Australia. Selain itu, ada 260 yang minta dibantu repatriasi ke negaranya secara suka rela. Jadi, total ada sekitar 900," kata Hassan pada Jumat (27/11).
"Kalau kita punya 13.700 pengungsi, dan kalau sekitar 900 pengungsi dalam satu tahun kita bisa tempatkan kembali, kita butuh 15 tahun dengan perngertian tidak ada tambahan, dan negara penerima mau menerima pengungsi dengan kuota yang sama setiap tahunnya," sambungnya.
Namun, hal itu menurutnya sulit terealisasi. Sebab, saat ini mayoritas negara penerima berada di Eropa, dan di Eropa saat ini tengah dibuat pusing dengan serbuan pengungsi dari Suriah, dan sejumlah negara di Timur Tengah lainnya.
(esn)