26 Serangan AS di Irak Diduga Tewaskan Warga Sipil
Sabtu, 21 November 2015 - 15:31 WIB
26 Serangan AS di Irak Diduga Tewaskan Warga Sipil
A
A
A
WASHINGTON - Dua puluh enam serangan, dari ratusan serangan yang dilancarakan Amerika Serikat (AS) di Irak diduga telah menewaskan warga sipil. Hal tersebut disampaikan oleh pejabat militer AS, Kolonel Pat Ryder.
Berbicara saat penyampaian laporan hasil investigasi atas serangan AS yang menewaskan 4 warga sipil pada Mareta lalu, Ryder mengatakan setidaknya masih ada 26 serangan yang saat ini diselidiki karena diduga menewaskan warga sipil.
"Setidaknya masih ada 26 kasus sejenis atau dugaan-dugaan serupa yang saat ini berada di bawah berbagai tahap ulasan," kata Ryder merujuk pada serangan AS pada Maret lalu, seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (21/11).
Sementara itu, seorang pejabat dari pusat komando militer AS Letnan Jenderal CQ Brown menuturkan permohonan maaf atas turut tewasnya warga sipil dalam serangkaian serangan udara yang dilancarkan oleh AS di Irak.
"Kami menyesal atas hilangnya beberapa nyawa tidak bersalah secara tidak sengaja dan kami terus memikirkan nasib keluarga mereka," kata Brown.
"Tujuan kami adalah untuk mengalahkan ISIS, sebuah organisasi teroris yang terus bersembunyi diantara warga sipil, dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk mencegah kematian yang tidak diinginkan atau cedera dari non-kombatan." sambungnya.
Berbicara saat penyampaian laporan hasil investigasi atas serangan AS yang menewaskan 4 warga sipil pada Mareta lalu, Ryder mengatakan setidaknya masih ada 26 serangan yang saat ini diselidiki karena diduga menewaskan warga sipil.
"Setidaknya masih ada 26 kasus sejenis atau dugaan-dugaan serupa yang saat ini berada di bawah berbagai tahap ulasan," kata Ryder merujuk pada serangan AS pada Maret lalu, seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (21/11).
Sementara itu, seorang pejabat dari pusat komando militer AS Letnan Jenderal CQ Brown menuturkan permohonan maaf atas turut tewasnya warga sipil dalam serangkaian serangan udara yang dilancarkan oleh AS di Irak.
"Kami menyesal atas hilangnya beberapa nyawa tidak bersalah secara tidak sengaja dan kami terus memikirkan nasib keluarga mereka," kata Brown.
"Tujuan kami adalah untuk mengalahkan ISIS, sebuah organisasi teroris yang terus bersembunyi diantara warga sipil, dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk mencegah kematian yang tidak diinginkan atau cedera dari non-kombatan." sambungnya.
(esn)