Warganya Dikabarkan Dieksekusi ISIS, Norwegia: Kami Sedang Verifikasi
Kamis, 19 November 2015 - 14:46 WIB
Warganya Dikabarkan Dieksekusi ISIS, Norwegia: Kami Sedang Verifikasi
A
A
A
OSLO - Pemerintah Norwegia mengaku sedang berusaha untuk memverifikasi kabar eksekusi yang dilakukan ISIS terhadap Ole Johan Grimsgaard-Ofstad. Norwegia memverifikasi kabar ini dengan cara memeriksa keaslian foto eksekusi Grimsgaard-Ofstad, yang dipublikasikan oleh sebuah majalah online berbahasa Inggris, Dabiq.
Namun, walaupun masih mencoba untuk mengecek kebenaran gambar tersebut. Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg menuturkan bahwa kemungkinan besar gambar tersebut adalah asli.
"Kami masih harus memeriksa apakah gambar yang dipublikasikan adalah otentik. Ahli kami melakukan hal itu sekarang, tapi sejauh tidak ada alasan untuk meragukan bahwa itu tidak otentik," ucap Solberg, seperti dilansir Al Jazeera pada Kamis (19/11).
Di kesempatan yang sama, Solberg juga menyampaikan kecaman keras atas eksekusi terbaru yang dilakukan ISIS tersebut. "Ini adalah tindakan tercela, benar-benar brutal," sambung pemimpin Norwegia tersebut.
Selain mengekusi Grimsgaard-Ofstad ISIS juga mengklaim telah mengeksekusi seorang warga negara China. Kelompok itu mengatakan kedua orang itu dieksekusi karena negara asal keduanya enggan memberikan tebusan.
Namun, walaupun masih mencoba untuk mengecek kebenaran gambar tersebut. Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg menuturkan bahwa kemungkinan besar gambar tersebut adalah asli.
"Kami masih harus memeriksa apakah gambar yang dipublikasikan adalah otentik. Ahli kami melakukan hal itu sekarang, tapi sejauh tidak ada alasan untuk meragukan bahwa itu tidak otentik," ucap Solberg, seperti dilansir Al Jazeera pada Kamis (19/11).
Di kesempatan yang sama, Solberg juga menyampaikan kecaman keras atas eksekusi terbaru yang dilakukan ISIS tersebut. "Ini adalah tindakan tercela, benar-benar brutal," sambung pemimpin Norwegia tersebut.
Selain mengekusi Grimsgaard-Ofstad ISIS juga mengklaim telah mengeksekusi seorang warga negara China. Kelompok itu mengatakan kedua orang itu dieksekusi karena negara asal keduanya enggan memberikan tebusan.
(ian)