Mengenal S-300, Sistem Pertahanan Udara Baru Iran

Senin, 09 November 2015 - 21:27 WIB
Mengenal S-300, Sistem...
Mengenal S-300, Sistem Pertahanan Udara Baru Iran
A A A
TEHERAN - Iran dan Rusia dilaporkan baru saja meneken kerjasama pembelian sistem pertahanan udara S-300. Dengan ditekennya kerjasama ini, Rusia dikabarkan akan segera mengirimkan salah satu sistem pertahanan udara tercanggih yang ada saat ini ke Iran.

Meski belum diketahui berapa unit S-300 yang akan dibeli Iran, namun pengiriman tahap pertama tameng udara tersebut akan dilakukan Rusia pada awal tahun 2016 mendatang.

Merangkum dari berbagai sumber, Sindonews mencoba mengulik sedikit mengenai sistem senjata yang mulai tahun depan akan menjaga langit Iran tersebut.

S-300 adalah sistem rudal permukaan ke udara yang diproduksi oleh NPO Almaz. S-300 sejatinya bukan barang baru, rudal ini sudah dipakai sejak Rusia masih bernama Uni Soviet. Namun, setiap tahunnya rudal tersebut terus mengalami perkembangan, hingga bisa secanggih saat ini.

Mengenal S-300, Sistem Pertahanan Udara Baru Iran


Pelontar rudal ini punya bobot sekitar 1,5 ton, dengan hulu ledak seberat 100 kg. Sistem pertahanan yang memiliki panjang tujuh meter ini sanggup menembakan rudal dengan kecepatan dua kilometer per detik atau setara Mach 6, sehingga sangat sulit bagi pesawat lawan untuk lepas dari kejaran rudal ini.

Mengenal S-300, Sistem Pertahanan Udara Baru Iran


Sistem pertahanan yang dijuluki SA-10 Grumble oleh NATO ini memiliki daya jelajah yang bisa terbilang luar biasa. Rudal yang ditembakan S-300 tercatat pernah mencapai jarak 200 Km, dan pernah mencapai ketinggian 30 Km.

Mengenal S-300, Sistem Pertahanan Udara Baru Iran


Selain itu, S-300 tidak hanya bisa melontarkan satu jenis rudal saja, melainkan setidaknya 10 jenis rudal bisa ditembakan oleh sistem pertahan udara ini. Mulai dari rudal lama berjenis 5V55K/KD, hingga jenis terbaru yakni 40N6, yang memiliki daya jelajah hingga 600 Km.

S-300 yang dikirim Rusia ke Iran sendiri sejatinya adalah varian baru dari rudal S-300, yakni S-300V4. Sistem rudal tersebut disebut-sebut dua kali lebih efektif ketimbang varian S-300 standar. Seri terbaru S-300 ini mampu menembak jatuh rudal balistik medium-range ballistic missiles (MRBM) dari jarak 2.500 km.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
6 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
8 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
8 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
10 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
11 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
12 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved