Inggris Serahkan Data Intelijen Kecelakaan Metrojet ke Rusia
Senin, 09 November 2015 - 19:12 WIB
Inggris Serahkan Data Intelijen Kecelakaan Metrojet ke Rusia
A
A
A
LONDON - Kementerian Luar Negeri Inggris mengaku telah menyerahkan data intelijen kepada Rusia, mengenai penyebab kecelakaan pesawat Metrojet di Semenanjung Sinai yang mungkin disebabkan oleh aksi terorisme.
Saat ditanya apakah London berencana berbagi informasi intelijen dengan Moskow, pihak Kemlu Inggris mengatakan sudah melakukan hal itu. Kendati demikian, masih ada informasi yang tidak diberikan karena bersifat sensitif dan tidak dapat dibagi saat ini.
"Sebagai persoalan rutin, kami tidak mengomentari masalah-masalah intelijen. Namun, kami telah mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia bagi kami. Sebagaimana Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri katakan, ada kemungkinan besar pesawat Rusia jatuh karena bom," kata jubir Kemlu Inggris seperti dikutip dari laman Sputnik, Senin (9/11/2015).
"Seperti yang menteri katakan, kami telah membuat penilaian kami atas dasar informasi yang kami miliki, dan telah berbagi kesimpulan dengan mitra kami, termasuk Rusia. Beberapa informasi masih kami simpan, karena sensitif. Tetapi, kami telah membagi apa yang kami bisa," tukasnya.
Sebelumnya, Inggris mengaku mendapatkan hasil sadapan kelompok militan di Sinai yang menyatakan telah meletakkan bom di pesawat Metrojet Rusia yang mengalami kecelakaan di Semenanjung Sinai.
Awalnya, Rusia dan Mesir menolak spekulasi jika pesawat yang membawa 224 penumpang dan kru itu mengalami kecelakaan karena bom.
Namun, belakangan keduanya sepertinya sepakat jika kecelakaan itu dikarenakan oleh bom.
Terbukti, Rusia langsung mengikuti kebijakan Inggris untuk menghentikan sementar penerbangan ke Mesir. Sedangkan Mesir langsung memperketat pengamanan di bandara dengan menurunkan pasukan khusus.
Saat ditanya apakah London berencana berbagi informasi intelijen dengan Moskow, pihak Kemlu Inggris mengatakan sudah melakukan hal itu. Kendati demikian, masih ada informasi yang tidak diberikan karena bersifat sensitif dan tidak dapat dibagi saat ini.
"Sebagai persoalan rutin, kami tidak mengomentari masalah-masalah intelijen. Namun, kami telah mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia bagi kami. Sebagaimana Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri katakan, ada kemungkinan besar pesawat Rusia jatuh karena bom," kata jubir Kemlu Inggris seperti dikutip dari laman Sputnik, Senin (9/11/2015).
"Seperti yang menteri katakan, kami telah membuat penilaian kami atas dasar informasi yang kami miliki, dan telah berbagi kesimpulan dengan mitra kami, termasuk Rusia. Beberapa informasi masih kami simpan, karena sensitif. Tetapi, kami telah membagi apa yang kami bisa," tukasnya.
Sebelumnya, Inggris mengaku mendapatkan hasil sadapan kelompok militan di Sinai yang menyatakan telah meletakkan bom di pesawat Metrojet Rusia yang mengalami kecelakaan di Semenanjung Sinai.
Awalnya, Rusia dan Mesir menolak spekulasi jika pesawat yang membawa 224 penumpang dan kru itu mengalami kecelakaan karena bom.
Namun, belakangan keduanya sepertinya sepakat jika kecelakaan itu dikarenakan oleh bom.
Terbukti, Rusia langsung mengikuti kebijakan Inggris untuk menghentikan sementar penerbangan ke Mesir. Sedangkan Mesir langsung memperketat pengamanan di bandara dengan menurunkan pasukan khusus.
(ian)