Sejak Januari, 126 WNI Dideportasi dari Turki
Kamis, 05 November 2015 - 18:23 WIB
Sejak Januari, 126 WNI Dideportasi dari Turki
A
A
A
JAKARTA - Pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan, sejak awal tahun ini setidaknya sudah 126 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Turki. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya, yang berjumlah 119 WNI.
"Sampai hari ini sudah sekitar 126 WNI yang dideportasi dari Turki. Kemarin terakhir dipulangkan 7 orang," ucap Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal pada Kamis (5/11).
Sementara itu, ketika diminta keterangan mengenai apakah benar ada lagi WNI yang ditangkap di Turki karena diduga akan menyeberang ke Suriah, Iqbal mengaku tidak mengetahui hal itu. Dirinya justru mendapatkan informasi itu dari media.
"Beberapa info terakhir kita justru dapat dari media, bahwa ada 18 orang yang ditangkap, dimana 6 diantaranya adalah anak-anak. Sekali lagi kita tidak punya mekanisme verifikasi, dan kita sudah cek ke otoritas Turki, tidak ada penangkapan yang persis jumlahnya 18," ucapnya.
"Mungkin teman-teman itu mendapatkan informasi ketika jumlahnya 18, padahal itu adalah kumpulan dari sejumlah penangkapan, dan itupun kita tidak berani sampai pada kesimpulan mereka pasti ISIS," sambung diplomat asal Lombok itu.
"Sampai hari ini sudah sekitar 126 WNI yang dideportasi dari Turki. Kemarin terakhir dipulangkan 7 orang," ucap Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal pada Kamis (5/11).
Sementara itu, ketika diminta keterangan mengenai apakah benar ada lagi WNI yang ditangkap di Turki karena diduga akan menyeberang ke Suriah, Iqbal mengaku tidak mengetahui hal itu. Dirinya justru mendapatkan informasi itu dari media.
"Beberapa info terakhir kita justru dapat dari media, bahwa ada 18 orang yang ditangkap, dimana 6 diantaranya adalah anak-anak. Sekali lagi kita tidak punya mekanisme verifikasi, dan kita sudah cek ke otoritas Turki, tidak ada penangkapan yang persis jumlahnya 18," ucapnya.
"Mungkin teman-teman itu mendapatkan informasi ketika jumlahnya 18, padahal itu adalah kumpulan dari sejumlah penangkapan, dan itupun kita tidak berani sampai pada kesimpulan mereka pasti ISIS," sambung diplomat asal Lombok itu.
(esn)